Sebaiknya Dihindari, Ini 3 Menu Sarapan Favorit Indonesia yang Bikin Ngantuk dan Lemas

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 08 Desember 2021 | 18:25 WIB
Sebaiknya Dihindari, Ini 3 Menu Sarapan Favorit Indonesia yang Bikin Ngantuk dan Lemas
Ilustrasi nasi uduk betawi. (Shutterstock)

Suara.com - Sarapan menyumbang 25 hingga 30 persen kebutuhan asupan harian manusia. Tapi, mirisnya sarapan di Indonesia sarat tinggi lemak jenuh.

Hal ini diungkap Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Felicia Suganda, Sp.GK, M.Kes, dalam survei kecil yang ia lakukan di 10 kantor di Jakarta.

Ditemukan di antara para pekerja yang tidak sempat sarapan di rumah, ada 3 menu sarapan paling diminati yaitu nasi uduk, bubur dan lontong sayur.

Bubur ayam enak di Yogyakarta. (Instagram/@mariapatrisia)
Bubur ayam enak di Yogyakarta. (Instagram/@mariapatrisia)

"Kita lihat apa komposisi masing-masing dan isinya, kalau nasi uduk ada santannya, terus lauk ada yang telur sebagai protein. Biasanya nasi uduk dilengkapi gorengan yang nggak mungkin 1, ada tahu, bala-bala atau bakwan, ditambah kerupuk," ungkap dr. Diana dalam acara Combiphar Ambil Alih Saham Simba Indosnack Makmur, Rabu (8/12/2021).

Komposisi sarapan yang paling banyak diburu inilah, yang menurut dr. Diana sangat tinggi lemak jenuh. Alhasil, komposisi sarapan tersebut malah jadi bumerang bagi tubuh untuk mulai beraktivitas.

"Akhirnya saat makan, tinggi lemak jenuh, tinggi juga dari sisi santan lemak jenuh. Hal yang terjadi lemak sulit dicerna oleh lambung, kalau dikonsumsi dalam jumlah besar," jelas dr. Diana.

Perlu diketahui, lemak jadi salah satu zat yang sulit dicerna tubuh, dan membutuhkan energi ekstra untuk mengolahnya.

Sementara kata dr. Diana, untuk mengeluarkan energi ini tubuh membutuhkan aliran darah di area pencernaan.

Jadi, darah yang seharusnya mengaliri otak agar tetap bisa berkonsentrasi, malah berpindah malah menuju pencernaan atau lambung.

baca juga

Akibatnya, tubuh jadi sulit fokus, lemas, bahkan mengantuk. Perasaan berenergi setelah sarapan jadi tidak tercapai, saat mengonsumsi sarapan tinggi lemak jenuh.

"Karena blood flow yang ke otak berkurang, menuju ke saluran cerna, ngantuk akibat konsumsi lemak terlalu tinggi, akhirnya risiko penyakit jangka panjang juga akan tinggi," jelas dr. Diana.

Maka, solusinya sarapan harus mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, jagung, hingga gandum.

Sedangkan proteinnya, bisa diambil dari kacang-kacangan, dada ayam, atau ikan dan sebagainya. Lalu serat dan vitamin bisa diperoleh dari sayur dan buah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Menu Sarapan Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

Tiga Menu Sarapan Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

Batam | Rabu, 08 Desember 2021 | 09:07 WIB

Awalnya Santai Sarapan Sambil Wisuda, Mahasiswa Ini Kaget Namanya Tak Kunjung Dipanggil

Awalnya Santai Sarapan Sambil Wisuda, Mahasiswa Ini Kaget Namanya Tak Kunjung Dipanggil

Lifestyle | Selasa, 07 Desember 2021 | 08:45 WIB

4 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Otak, Hentikan Sekarang!

4 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Otak, Hentikan Sekarang!

Your Say | Minggu, 05 Desember 2021 | 19:45 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×