Semua Orang Tak Perlu Tunggu 15 Menit setelah Vaksin Covid-19, Ini Alasannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 15 Desember 2021 | 16:26 WIB
Semua Orang Tak Perlu Tunggu 15 Menit setelah Vaksin Covid-19, Ini Alasannya!
ilustrasi vaksin Covid-19. [Envato Elements]

Suara.com - Mulanya, semua orang disarankan menunggu 15 menit setelah suntikan vaksin Covid-19 untuk mendeteksi adanya reaksi alergi atau semacamnya sebelum pergi.

Tapi sekarang, pemerintah Inggris telah memperbarui aturan tersebut bahwa orang-orang tidak perlu lagi menunggu 15 menit setelah suntikan vaksin Covid-19.

Mereka mengubah aturan tunggu setelah vaksin Covid-19 ini agar proses vaksinasi lebih cepat dan tidak berkerumun, sehingga mereka memilih mengabaikan hal tersebut.

"Waktu tunggu 15 menit setelah vaksinasi untuk pengamatan masih tetap berlaku bagi sejumlah kecil orang, seperti orang yang pernah menderita anafilaksis atau reaksi alergi lainnya dari makanan, sengatan serangga, obat-obatan atau vaksin lainnya," kata pemerintah Inggris dikutip dari Express.

Intinya, aturan tunggu 15 menit setelah suntikan vaksin Covid-19 masih berlaku tetapi hanya untuk orang yang berisiko mengalami efek samping, tidak semua orang lagi.

Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Ketua Komisi Pengobatan Manusia, Profesor Sir Munir Pirmohamed menambahkan lebih banyak tentang perubahan itu. Data menunjukkan bahwa anafilaksis dan reaksi alergi parah lainnya adalah efek samping yang sangat langka dengan vaksin Covid-19.

"Tindakan cepat diperlukan untuk mengatasi peningkatan kasus varian Omicron yang pesat dan meningkatnya risiko terhadap publik dan layanan kesehatan. Tindakan sekarang ini membantu tugas utama memvaksinasi bangsa menjelang akhir tahun," jelasnya.

Namun, ada kemungkinan pemerintah Inggris kembali menerapkan waktu tunggu 15 menit setelah suntik vaksin Covid-19 bila sudah cukup banyak orang yang mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19.

Harapannya, perubahan aturan ini bisa memungkinkan lebih banyak orang yang suntik vaksin Covid-19 dan tidak ada penumpukkan di pusat vaksinasi.

Selain itu, Inggris juga akan berupaya memberikan suntikan booster vaksin Covid-19 dibandingkan tindakan jarak sosial lebih lanjut dan penutupan ruang publik sebagai strategi utama menghadapi varian Omicron.

Karena, mereka khawatir adanya potensi peningkatan penularan varian Omicron meskipun gejalanya lebih ringan dibandingkan varian Delta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Bisa Lawan Varian Omicron

Penelitian: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Bisa Lawan Varian Omicron

Health | Selasa, 14 Desember 2021 | 07:43 WIB

Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Tetap Efektif Lawan Varian Omicron

Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Tetap Efektif Lawan Varian Omicron

Health | Sabtu, 11 Desember 2021 | 12:11 WIB

Muncul Varian Omicron, CDC Desak Pemberian Suntikan Booster untuk 18 Tahun ke Atas

Muncul Varian Omicron, CDC Desak Pemberian Suntikan Booster untuk 18 Tahun ke Atas

Health | Selasa, 30 November 2021 | 15:03 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB