Array

Psikoterapis Bantah Kepercayaan Umum 'Sekali Selingkuh akan Tetap Selingkuh'

Rabu, 15 Desember 2021 | 16:29 WIB
Psikoterapis Bantah Kepercayaan Umum 'Sekali Selingkuh akan Tetap Selingkuh'
Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)

Suara.com - Banyaknya kasus perselingkuhan atau kembali terulangnya perilaku selingkuh membuat masyarakat menjadi percaya dengan stigma "sekali selingkuh akan tetap selingkuh".

Benarkah ungkapan tersebut?

Psikoterapis Tammy Nelson mengatakan bahwa memang ada orang dengan tipe demikian, tetapi ada juga yang hanya melakukan perselingkuhan satu kali saja.

"Orang-orang telah mencoba memasukkan perselingkhan ke dalam kategori, tetapi saya pikir ada berbagai jenis dan kebutuhan serta alasan yang berbeda untuk selingkuh," kelas Nelson, dilansir Insider.

Menurutnya, faktor tertentu dapat memengaruhi motivasi perselingkuhan, seperti bagaimana perasaan mereka dalam hubungannya dengan pasangan, atau terhadap diri mereka sendiri pada saat tertentu.

Ilustrasi Selingkuh (kingdomfmonline)
Ilustrasi Selingkuh (kingdomfmonline)

Seseorang dapat selingkuh ketika mereka kurang percaya diri, lalu mendapat perhatian dari orang lain sehingga membuat mereka merasa penting dan diinginkan.

"Seorang peselingkuh mungkin juga sedang dendam pada pasangannya," sambung Nelson.

Tetapi keadaan itu tidak konstan dan dapat berubah, jadi gagasan bahwa setiap orang yang berselingkuh pasti akan melakukannya lagi tidak selalu benar, tegas Nelson.

Pada saat yang sama, seseorang yang gemar selingkuh memang ada. Tetapi mereka cenderung melakukannya karena memang kepribadian mereka seperti itu.

Baca Juga: Pasangan Ketahuan Selingkuh, Wanita Ini Jual Cincin Tunangan untuk Beli Sembako

"Ada ketidakmampuan untuk berkomitmen pada monogami (menjalin hubungan dengan satu orang), tetapi juga tidak cukup jujur untuk meminta open relationship," imbuh Nelson.

Selain itu, tipe orang-orang seperti itu juga bisa jadi memiliki gangguan keterikatan atau narsisme, yang akan menganggap perselingkuhan bukan masalah besar bagi mereka.

"Kebutuhan mereka akan perhatian dan kekaguman tidak pernah berakhir," kata psikolog klinis Candace V. Love.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI