Berapa Lama Suntikan Booster Tingkatkan Kekebalan Tubuh?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 16 Desember 2021 | 13:42 WIB
Berapa Lama Suntikan Booster Tingkatkan Kekebalan Tubuh?
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Suara.com - Di tengah munculnya varian Omicron yang mengkhawatirkan, para ahli menyarankan semua orang suntik vaksin Covid-19 meskipun varian baru virus corona ini diduga kebal terhadap vaksin.

Tapi, para ahli mengatakan suntikan booster vaksin Covid-19 bisa mengembalikan tingkat perlindungan yang menurun hingga 75 persen.

Meski begitu, suntikan booster vaksin Covid-19 juga membutuhkan beberapa waktu untuk bekerja efektif melindungi tubuh, sama seperti dua dosis vaksin Covid-19.

Suntikan booster vaksin Covid-19 mungkin membutuhkan waktu yang sama lamanya untuk bekerja efektif pada tubuh.

Anda juga perlu menyadari bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk mempelajari cara melawan virus corona Covid-19 itu sendiri dan mengembangkan kekebalan. Studi mengenai hal ini pun mungkin akan memakan waktu cukup lama, antara 1 hingga 2 minggu.

ilustrasi suntikan booster vaksin Covid-19. [Envato Elements]
ilustrasi suntikan booster vaksin Covid-19. [Envato Elements]

Suntikan booster vaksin Covid-19 dari Pfizer kemungkinan akan membantu meningkatkan kekebalan setelah 7 hari dan seterusnya.

Namun dilansir dari Express, hasil analisis lainnya menemukan peningkatan kekebalan setelah suntikan booster vaksin Pfizer dalam 2 minggu.

Meskipun peneliti belum melakukan studi tambahan pada versi lain, mereka percaya risiko infeksi virus corona Covid-19 parah semakin menurun ketika semua orang mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19. Walaupun mereka masih bisa tertular virus corona.

Mulanya, suntikan booster vaksin Covid-19 hanya difokuskan pada orang lanjut usia, orang yang rentan terinfeksi dan petugas kesehatan.

Kini, suntikan booster vaksin Covid-19 perlu diupayakan bagi orang usia 18 tahun ke atas. Karena, suntikan booster vaksin Covid-19 ini akan membantu melindungi mereka dari virus corona Covid-19 dan variannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Pasien Pertama Omicron Indonesia Sehat, Tak Bergejala Covid-19

Menkes Budi: Pasien Pertama Omicron Indonesia Sehat, Tak Bergejala Covid-19

News | Kamis, 16 Desember 2021 | 13:15 WIB

Varian Omicron Ditemukan di Indonesia,Penularan di PTM dan Pariwisata Perlu Diwaspadai

Varian Omicron Ditemukan di Indonesia,Penularan di PTM dan Pariwisata Perlu Diwaspadai

Jawa Tengah | Kamis, 16 Desember 2021 | 13:05 WIB

Belum Ada Transmisi Komunitas, Kemenkes Mulai Antisipasi Meluasnya Kasus Varian Omicron

Belum Ada Transmisi Komunitas, Kemenkes Mulai Antisipasi Meluasnya Kasus Varian Omicron

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:52 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB