Varian Omicron Masuk Indonesia, IDAI Larang Orangtua Mengajak Anak Liburan Akhir Tahun

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 18 Desember 2021 | 09:22 WIB
Varian Omicron Masuk Indonesia, IDAI Larang Orangtua Mengajak Anak Liburan Akhir Tahun
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

Suara.com - Menyikapi masuknya varian Omicron ke Indonesia, Dokter Spesialis Anak Prof. Aman Bhakti Pulungan meminta orangtua untuk tidak pergi mengajak anaknya pergi liburan akhir tahun 2021.

Apalagi, kata Prof. Aman, anak tetap bisa tertular varian Omicron dan mengembangkan gejala berat jika terinfeksi dan belum divaksinasi Covid-19.

"Apakah nanti misalnya, akan terjadi pada anak, ya sangat mungkin. Kalau saya pribadi belum anjurkan liburan untuk saat ini. Jangan dulu deh, sabar dulu," ujar Prof. Aman dalam acara diskusi bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jumat (17/12/2021).

Larangan ini disampaikan Prof. Aman karena dua alasan. Pertama karena masa liburan panjang akhir tahun pasti akan meningkatkan kenaikan jumlah infeksi kasus baru.

"Saya pikir masih ingat semua, pengurus IDAI, bagaimana sejak Juni sampai Oktober itu hampir seperti bagaimana dulu. Atau mau kembali seperti itu, waktu Januari dan Februari juga seperti itu, jadi sama," ungkapnya.

Alasan kedua, meskipun anak yang sudah divaksinasi, ia tetap berisiko terinfeksi Covid-19 dan menularkannya kepada anak lain yang belum divaksinasi Covid-19.

Bahkan meskipun baru divaksinasi usia 6-11, kekebalan tubuh belum terbentuk dengan sempurna. Antibodi atau kekebalan baru terbentuk 2 hingga 3 minggu setelah pemberian vaksinasi lengkap dua dosis.

Sedangkan jarak antara dosis 1 dan dosis 2 dengan vaksin Sinovac untuk anak, diberikan jeda minimal 28 hari.

"Jadi kalau siapapun jenis virusnya, mau Omicron dan lain-lain, prokesnya sama dan saya rasa sama saja, sama seluruh dunia. Kita tidak bisa anjurkan anak-anak itu traveling," tutup Prof. Aman.

Selanjutnya, menyikapi vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang sudah dijalankan pemerintah, IDAI juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

1. Pemberian imunisasi Covid-19 Coronavac® pada anak golongan usia 6–11 tahun.

2. Vaksin Coronavac diberikan secara intramuskular (suntik di otot lengan) dengan dosis 3mg (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

4. Anak dengan penyakit komorbid seperti kondisi kronis yang stabil mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi bila menderita infeksi Covid-19, oleh karena itu anak-anak ini bisa diberikan imunisasi setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang merawatnya.

5. Anak yang telah sembuh dari Covid-19 termasuk yang mengalami long COVID-19 perlu dilakukan vaksinasi Covid-19.

6. Anak yang menderita Covid-19 derajat berat atau MIS-C (Multi System Inflammatory Syndrome in Children) maka pemberian vaksinasi Covid-19 ditunda 3 bulan, sedangkan bila menderita Covid-19 derajat ringan-sedang ditunda 1 bulan.
7. Anak berkebutuhan khusus, anak dengan gangguan perkembangan dan perilaku, anak di panti asuhan atau perlindungan perlu mendapat vaksinasi Covid-19 dan perlu pendekatan khusus untuk pelaksanaan pemberian vaksinasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertekan Lonjakan Kasus Virus Varian Omicron, Harga Minyak Ambles

Tertekan Lonjakan Kasus Virus Varian Omicron, Harga Minyak Ambles

Bisnis | Sabtu, 18 Desember 2021 | 07:55 WIB

Varian Omicron Jadi Isyarat Berakhirnya Pandemi?

Varian Omicron Jadi Isyarat Berakhirnya Pandemi?

Malang | Sabtu, 18 Desember 2021 | 07:47 WIB

Kekhawatiran Atas Virus Varian Omicron, Wall Street Berakhir Lebih Rendah

Kekhawatiran Atas Virus Varian Omicron, Wall Street Berakhir Lebih Rendah

Bisnis | Sabtu, 18 Desember 2021 | 06:35 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB