Hati-Hati, Jenis Makanan Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hingga 40 Persen!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 18 Desember 2021 | 15:23 WIB
Hati-Hati, Jenis Makanan Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hingga 40 Persen!
Ilustrasi penyakit jantung (shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya makanan.

Penelitian telah mengidentifikasi satu kelompok makanan tertentu yang bisa meningkatkan kematian akibat penyakit jantung hingga 40 persen.

Studi baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal, telah menyebutkan bahwa makanan ultra-olahan yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penyakit jantung juga disebut penyakit kardiovaskular, yakni kondisi yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah.

Menurut NHS dilansir dari Express, penyakit kardiovaskular biasanya terkait dengan darah atau timbunan lemak di arteri Anda.

ilustrasi makanan ultra-olahan (shutterstock)
ilustrasi makanan ultra-olahan (shutterstock)

Studi ini menemukan bahwa makanan ultra-olahan dapat meningkatkan risiko kematian dari semua penyebab pada orang yang memiliki penyakit jantung.

Makanan ultra-olahan adalah makanan yang telah mengalami beberapa proses transformasi pemanasan pada suhu tinggi menggunakan zat tambahan dan pengemulsi.

Penelitian ini menggunakan klasifikasi NOVA untuk mendefinisikan makanan ultra-olahah sebagai jenis makanan yang menggunakan banyak bahan, termasuk bahan tambahan makanan, bahan baku olahan, dan bahan yang jarang digunakan dalam masakan rumahan.

Sedangkan, makanan dari bahan mentah itu artinya dari lemak terhidrogenasi hingga pati. Menurut penelitian European Heart Journal, konsumsi makanan yang dikemas seperti itu akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Studi tersebut mengamati 1.171 pria dan wanita berusia sekitar 67 tahun dengan riwayat penyakit kardiovaskular. Para peserta mengikuti penelitian ini rata-rata selama 10,6 tahun.

Para peneliti pun menilai kebiasaan makan mereka menggunakan kuesioner frekuensi makanan. Tim peneliti menemukan bahwa diet makanan ultra-olahan menimbulkan risiko kematian yang lebih tinggi dari semua penyebab serta penyakit jantung.

Mereka melaporkan bahwa pola diet ini bisa menjadi penyebab masalah kesehatan yang utama. Jika Anda adalah penderita penyakit jantung, Anda harus menjalani pola makan sehat.

Karena, NHS mengatakan pola makan tidak sehat bisa menjadi salah satu penyebab penyakit jantung. Adapun pola makan sehat yang disarankan oleh NHS, meliputi:

  1. Konsumsi makanan yang rendah kadar lemak jenuh
  2. Konsumsi makanan dengan kadar garam yang rendah
  3. Konsumsi makanan dengan kandungan gula rendah
  4. Konsumsi makanan berserat dan gandum utuh
  5. Makan buah dan sayuran

Lemak jenuh ditemukan dalam makanan berlemak, seperti potongan daging, lemak babi, krim, kue, dan biskuit.

Konsumsi makanan ini bisa meningkatkan kolesterol yang bisa menyebabkan masalah jantung atau stroke dari waktu ke waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Makanan Ini Bisa Redakan Bau Mulut

5 Makanan Ini Bisa Redakan Bau Mulut

Riau | Sabtu, 18 Desember 2021 | 11:41 WIB

6 Makanan Khas Riau yang Menggugah Selera, Mulai dari Olahan Ikan hingga Daging

6 Makanan Khas Riau yang Menggugah Selera, Mulai dari Olahan Ikan hingga Daging

Lifestyle | Sabtu, 18 Desember 2021 | 08:37 WIB

9 Makanan untuk Penderita Diabetes, Diklaim Aman untuk Mengontrol Gula Darah

9 Makanan untuk Penderita Diabetes, Diklaim Aman untuk Mengontrol Gula Darah

Lifestyle | Jum'at, 17 Desember 2021 | 17:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB