WHO Resmi Memberikan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Covovax dari India

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 19 Desember 2021 | 11:11 WIB
WHO Resmi Memberikan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Covovax dari India
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Covovax, yang diproduksi oleh Serum Institute of India dan dibawah lisensi perusahaan biofarmasi Novavax.

Nantinya, vaksin ini akan disebarkan ke negara-negara berpenghasilan rendah di seluruh dunia, sehingga program vaksin yang didukung PBB, COVAX, tetap berjalan lancar.

"Bahkan dengan munculnya varian baru, vaksin tetap menjadi salah satu alat paling efektif untuk melindungi orang dari penyakit serius dan kematian akibat SARS-COV-2," tutur Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses Obat dan Produk Kesehatan, Mariângela Simão.

Covovax merupakan jenis vaksin protein. Para ilmuwan menggunakan rekayasa genetika untuk menumbuhkan salinan protein lonjakan virus yang tidak berbahaya dalam sel serangga.

Mereka mengekstrak dan memurnikan protein, lalu mencampurnya dengan bahan kimia untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Berdasarkan penelitian terhadap 30.000 orang di AS dan Meksiko, Covovax aman dan 90% efektif melawan infeksi bergejala. Hasilnya sama dalam temuan uji coba terhadap 15.000 orang di Inggris.

Studi lanjutan menemukan dosis booster dari Covovax terbukti dapat meningkatkan antibodi yang cukup untuk melawan varian delta yang sangat menular.

Ini adalah vaksin kesembilan yang diberikan otorisasi penggunaan darurat dari badan kesehatan PBB.

Dalam situsnya, WHO mencatat sebanyak 41 negara berpenghasilan rendah belum dapat memvaksinasi 10% populasi mereka dan 98 negara lain belum mencapai 40%.

Menurut ABC News, vaksin Covovax telah lama diantisipasi karena vaksin mereka hanya memerlukan penyimpangan berpendingin, bukan penyimpanan yang sangat dingin seperti vaksin lainnya. Hal ini menjadi pilihan menarik bagi negara berpenghasilan rendah.

COVAX telah sepakat untuk menerima sekitar 1,35 miliar dosis Covovax dari Serum Institute untuk dikirimkan ke banyak negara berpenghasilan rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Vaksin Covid-19 di Sumut Diklaim Mencapai 70 Persen

Realisasi Vaksin Covid-19 di Sumut Diklaim Mencapai 70 Persen

Sumut | Minggu, 19 Desember 2021 | 10:28 WIB

Info Vaksin Surabaya 19 Desember 2021 dan Update Covid-19

Info Vaksin Surabaya 19 Desember 2021 dan Update Covid-19

Jatim | Minggu, 19 Desember 2021 | 09:27 WIB

Klaim Rusia, Vaksin Sputnik Lebih Ampuh Lawan Varian Omicron Dibandingkan Pfizer & Moderna

Klaim Rusia, Vaksin Sputnik Lebih Ampuh Lawan Varian Omicron Dibandingkan Pfizer & Moderna

Health | Sabtu, 18 Desember 2021 | 19:32 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB