Sakit Tenggorokan Biasa vs Varian Omicron, Ini Perbedaannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:28 WIB
Sakit Tenggorokan Biasa vs Varian Omicron, Ini Perbedaannya!
Ilustrasi virus corona Covid-19, sakit tenggorokan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Sejauh ini, varian Omicron diketahui hanya menyebabkan gejala ringan mirip pilek, seperti sakit tenggorokan dan sakit kepala.

Berdasarkan aplikasi studi ZOE Covid-19, data dari jutaan orang menunjukkan bahwa sakit tenggorokan termasuk gejala virus corona Covid-19. Meskipun gejala ini belum masuk ke dalam daftar resmi.

Karena sebelumnya, gejala umum virus corona Covid-19 berupa batuk terus-menerus, demam tinggi, kehilangan indera penciuman dan perasa. Sedangkan, sakit tenggorokan tidak termasuk di antaranya.

Tapi sekarang, pembuat aplikasi ZOE meminta sakit tenggorokan masuk dalam daftar gejala virus corona Covid-19, khususnya varian Omicron.

"Saya kira semua orang pasti paham dengan gejala pilek. Jadi, ketika seseorang mengalami gejala pilek, mereka harus mengisolasi diri dan memperhatian perkembangan gejalanya," kata Tim Spector, ilmuwan utama di aplikasi tersebut dikutip dari Express.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Meskipun sakit tenggorokan bukan termasuk gejala umum virus corona Covid-19. Gejala ini cukup umum di antara anak-anak dan orang dewasa hingga usia 65 tahun yang terinfeksi virus corona.

Faktanya, 11 persen orang di aplikasi yang menderita virus corona mengaku mengalami sakit tenggorokan sebagai satu-satunya gejala virus corona.

Tapi, banyak orang mungkin bingung memastikan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh varian Omicron dan sakit tenggorokan biasa akibat pilek.

Karena itu, ahli menyarankan Anda untuk isolasi diri sambil memperhatikan perkembangan gejalanya. Sebab, sakit tenggorokan yang disebabkan oleh varian Omicron mungkin disertai beberapa gejala berikut.

  1. Pilek
  2. Sakit kepala
  3. Kelelahan ringan hingga berat
  4. Bersin
  5. Hilangnya nafsu makan
  6. Kabut otak

Tidak ada banyak perbedaan antara sakit tenggorokan biasa dan sakit tenggorokan akibat virus corona. Banyak pasien virus corona mengakui sakit tenggorokannya mirip dengan sakit tenggorokan ketika pilek atau radang tenggorokan.

Perbedaan utama keduanya adalah lama waktu berlangsungnya sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan akibat virus corona relatif ringan dan berlangsung tidak lebih dari lima hari.

Sakit tenggorokan yang sangat menyakitkan yang berlangsung lebih dari lima hari mungkin disebabkan oleh hal lain, seperti infeksi bakteri.

Menurut data ZOE, sakit tenggorokan disertai kehilangan penciuman (anosmia) lebih mungkin disebabkan oleh virus corona dibandingkan pilek biasa.

Pada orang usia 16 tahun, sebagian besar sakit tenggorokan berkaitan dengan kelelahan dan sakit kepala, dan terkadang dengan suara serak dan pusing jika Anda menderita virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdeteksi 8 Kasus di RI, Epidemiolog Sebut Penularan Omicron Belum Masuk ke Masyarakat

Terdeteksi 8 Kasus di RI, Epidemiolog Sebut Penularan Omicron Belum Masuk ke Masyarakat

News | Jum'at, 24 Desember 2021 | 12:13 WIB

Diterpa Badai Omicron, Afsel Setujui Penggunaan Vaksin Booster Buatan Johnson & Johnson

Diterpa Badai Omicron, Afsel Setujui Penggunaan Vaksin Booster Buatan Johnson & Johnson

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 11:38 WIB

Sukses Dengan Vaksinasi, Dubai Alami Booming Ekonomi

Sukses Dengan Vaksinasi, Dubai Alami Booming Ekonomi

News | Jum'at, 24 Desember 2021 | 11:18 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB