Nampak Sederhana, Berjalan Kaki Memiliki Segudang Manfaat Terutama untuk Kesehatan Mental

Senin, 27 Desember 2021 | 10:05 WIB
Nampak Sederhana, Berjalan Kaki Memiliki Segudang Manfaat Terutama untuk Kesehatan Mental
Ilustrasi Orang Tua Berjalan Kaki (pixabay)

Suara.com - Ada banyak saran ahli untuk menjaga kesehatan mental kita selama masa pandemi virus corona seperti ini. Salah satunya yang sering kita dengar adalah berjalan kaki.

Psikolog klinis Gemma Harris mengaku suka berjalan-jalan setiap hari. Ia menjelaskan kepada Metro UK bahwa seperti halnya olahraga, berjalan pada umumnya terbukti mengurangi gejala depresi dan kecemasan.

Selain itu, berjalan-jalan setiap hari juga meningkatkan fungsi kognitif, kualitas tidur, dan memori.

"Ini karena, pertama, saturasi oksigen dan pertumbuhan pembuluh darah terjadi di area otak yang terkait dengan pemikiran rasional, serta kinerja sosial, fisik, dan intelektual," jelas Harris.

Kedua, Harris melanjutkan, olahraga mengurangi hormon stres dan meningkatkan serotonis serta norepinefrin, bahan kimia di otak yang diketahui mempercepat pemrosesan informasi.

Selama dan setelah berolahraga, endorfin dan dopamin juga dilepaskan ke dalam tubuh dan otak, biasanya dengan efek meningkatkan suasana hati.

Ilustrasi Berjalan Kaki (Pexels/Yogendra)
Ilustrasi Berjalan Kaki (Pexels/Yogendra)

Berjalan dapat menjernihkan pikiran dan meningkatkan energi

Manfaat khusus jalan kaki adalah merangsang stimulasi bilateral, yang dapat membuat pikiran lebih jernih. Rangsangan ini terjadi dalam pola kiri-kanan secara berirama.

Ada perawatan psikologis berbasis bukti, seperti Eye Movement Desensitisation and Reprocessing (EMDR), yang memanfaatkan dampak positif dari stimulasi bilateral otak untuk kesehatan mental, dan berjalan kaki adalah cara yang sangat mudah dan terjangkau untuk mendapatkannya.

Baca Juga: Momen Baim Wong Dimandiin Emak-emak di Pinggir Jalan Jeneponto

"Diperkirakan bahwa jika kita memproses informasi sambil merangsang otak secara bilateral, kita memaksimalkan kapasitas pemrosesan kita, yang berarti bahwa berpikir dan memecahkan masalah jauh lebih efektif ketika kita berjalan," imbuhnya.

Terapis senior Sally Baker menambahkan bahwa berjalan dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh dan otak. Ini mendorong orang untuk merasa lebih berenergi karena peningkatan kadar darah beroksigen yang mengalir ke seluruh tubuh.

"Penting untuk diingat bahwa aktivitas fisik tidak perlu intens untuk secara umum dianggap bermanfaat dalam mengurangi risiko depresi klinis, dan berjalan kaki saja sudah cukup," tandas Baker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI