facebook

Prancis Gratiskan Alat Kontrasepsi bagi Wanita di Bawah 25 Tahun

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Prancis Gratiskan Alat Kontrasepsi bagi Wanita di Bawah 25 Tahun
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)

Sebelumnya, kontrasepsi sudah gratis di Prancis untuk anak di bawah umur.

Suara.com - Prancis telah menyediakan alat kontrasepsi gratis untuk semua wanita di bawah 25 tahun mulai hari ini, Sabtu (1/1/2022).

Hal itu memperluas skema yang menargetkan anak di bawah 18 tahun untuk memastikan wanita muda tidak berhenti menggunakan kontrasepsi akibat tidak mampu membelinya.

Skema tersebut, yang disebut dapat menguntungkan tiga juta wanita, mencakup pil, IUD, patch kontrasepsi, dan metode lain yang terdiri dari hormon steroid.

Sebelumnya, kontrasepsi sudah gratis di Prancis untuk anak di bawah umur.

Baca Juga: Horornya Gerakan Antivaksin di Prancis, Rumah Anggota DPR Diserang Pengunjuk Rasa

Berdasarkan Medical Xpress, Prancis mengumumkan rencana ini sejak September lalu, setelah mendapat laporan bahwa ada penurunan penggunaan kontrasepsi, terutama karena alasan keuangan.

Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)

Langkah ini merupakan bagian dari serangakaian tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan hak-hak perempuan dan mengentaskan kemiskinan kaum muda.

"Antara usia 18 hingga 25 tahun, wanita sangat rentan karena mereka kehilangan banyak hak dibandingkan ketika mereka masih di bawah umur dan sangat genting secara ekonomi," kata juru bicara Louise Delavier

Menurut pakar isu gender sekaligus sosiolog Prancis, Leslie Fonquerne, mengatakan masih banyak yang harus dilakukan.

"Langkah ini sama sekali tidak menyelesaikan ketidakseimbangan beban kontrasepsi antara wanita dan pria," ujar Fonquerne.

Baca Juga: Rumah Anggota Parlemen Prancis Diserang Pengunjuk Rasa Anti Vaksinasi Covid-19

Selain Prancis, beberapa negara Eropa lain, termasuk Belgia, Jerman, Belanda dan Norwegia, telah membuat kontrasepsi gratis untuk remaja.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar