Dokter Jiwa Buka Suara Terkait Fenomena Pelihara Spirit Doll, Masih Waras?

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Minggu, 02 Januari 2022 | 15:51 WIB
Dokter Jiwa Buka Suara Terkait Fenomena Pelihara Spirit Doll, Masih Waras?
Ilustrasi spirit doll

Suara.com - Media sosial Indonesia tengah diramaikan dengan fenomena sprit doll. Spirit doll sendiri merupakan sosok boneka berwujud bayi atau anak-anak yang diklaim telah diisi oleh arwah.

Secara tradisional, jalangkung dan jenglot masuk sebagai jenis spirit doll. Namun kini bentukan dan wujud spirit doll 'diperhalus' hingga menyerupai bayi atau anak-anak.

Fenomena tersebut nyatanya menuai komentar Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS EMC Alam Sutera, dr. Andri, SpKJ, FAPM.

Lewat media sosialnya, dr. Andri mengatakan bahwa hal yang membuat spirit doll menjadi populer adalah karena diadopsi figur publik yang memiliki akses media sosial.

"Apa yang membuat boneka arwah menjadi populer belakangan ini, ya karena yang memilikinya dan memamerkannya itu figur publik yang punya akses ke media sosial, jadi makin banyak yang melihat," kutip Suara.com dari media sosial dr. Andri di @Mbahndi, Minggu (2/1/2022).

Menurutnya, banyak budaya yang menganggap boneka atau benda mati lain dijadikan medium untuk para arwah. Misal kebudayaan Tionghoa di mana patung bisa diisi oleh arwah atau dewa, yang dianggap bisa membantu manusia.

"Saya ingat cerita nenek saya dulu di kelenteng Boen Tek Bio, Tangerang. Ada patung TuaPekok Sumpah. Buat yang ada perselisihan, maka bisa sumpah di depan patung itu, jika ada yang berbohong, tidak lama setelah keluar dari kelenteng bisa mati muntah darah, serem kan," lanjutnya.

"Jadi, apakah orang yang percaya Spirit Doll itu alami gangguan jiwa? Silakan kembali ke definisi aja. Gangguan jiwa: Gangguan pada perilaku, perasaan, perilaku yang menimbulkan penderitaan dan ketidakmampuan pada orang itu sehingga mengganggu kehidupan sehari-harinya," jelas dr. Andri lebih lanjut.

Saat dihubungi oleh Suara.com, dr. Andri mengatakan seseorang yang 'memelihara' spirit doll belum tentu memiliki masalah gangguan jiwa.

"Apakah termasuk gangguan kejiwaan atau tidak? Sebenarnya tidak. Kalau masalah kejiwaan, itu adalah kondisi di mana adanya gangguan perilaku dan perasaan manusia, yang mengganggu kehidupannya sehari-hari dan menimbulkan penderitaan bagi orang tersebut," katanya.

Jadi, jika seseorang memiliki, memelihara dan atau merawat spirit doll dan hal itu tidak mengganggu kualitas hidup mereka, maka ia bisa dipastikan tidak menderita gangguan jiwa.

"Sebenarnya tidak masalah. Tapi dalam ilmu kejiwaan sendiri ada istilah kepribadian skizotipal. Kepribadian ini biasanya orangnya nyentrik dan eksentrik. Bahkan punya pikiran yang nyeleneh dan aneh, kadang-kadang disertai dengan aksesoris dan pakaian nyeleneh. Dan mungkin itu bikin orang sulit untuk dipahami," sambung dr. Andri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemotor di Aceh Pamer Kelamin ke Wanita Diamankan, Alami Gangguan Jiwa Ringan

Pemotor di Aceh Pamer Kelamin ke Wanita Diamankan, Alami Gangguan Jiwa Ringan

Sumut | Kamis, 23 Desember 2021 | 12:20 WIB

Dokter Jiwa Sebut Kebahagiaan Ibu Adalah Investasi Keluarga, Apa Maksudnya?

Dokter Jiwa Sebut Kebahagiaan Ibu Adalah Investasi Keluarga, Apa Maksudnya?

Health | Kamis, 23 Desember 2021 | 11:42 WIB

Seorang Pria Diduga ODGJ Resahkan Masyarakat di Canggu Bali

Seorang Pria Diduga ODGJ Resahkan Masyarakat di Canggu Bali

Bali | Kamis, 23 Desember 2021 | 09:09 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB