Punya Teman Khayalan Saat Kecil Berpotensi Buat Seseorang Adopsi Spirit Doll?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 04 Januari 2022 | 14:50 WIB
Punya Teman Khayalan Saat Kecil Berpotensi Buat Seseorang Adopsi Spirit Doll?
Ilustrasi spirit doll atau boneka arwah (Elemenst Envato)

Suara.com - Spirit doll atau boneka arwah tengah ramai menjadi perbincangan masyarakat Indonesia khususnya di media sosial. Bagaimana tidak, berbondong-bondong figur publik mulai dari artis hingga influencer memamerkan bahwa mereka telah mengadopsi spirit doll atau boneka bayi laiinya.

Sebut saja Ivan Gunawan, Celine Evangelista, Soimah, dan Roy Kiyosih.

Secara ilmiah, tidak bisa dipastikan apa penyebab seseorang mengadopsi spirit doll. Menurut psikolog klinis Hersa Aranti, setiap orang bisa melakukan itu karena disebabkan faktor yang berbeda-beda termasuk, seperti kebiasaan memiliki 'teman khayalan' saat kecil.

"Hampir belum ada studi dan pembahasan ilmiah dari sudut pandang psikologis terkait spirit doll, termasuk dinamika psikologis dari pemiliknya. Kalau ditanya bisa atau tidak (punya spirit doll karena terbiasa punya 'teman khayalan')," kata Hersa kepada Suara.com, Senin (3/1/2022).

Ilustrasi spirit doll atau boneka arwah (Elements Envato)
Ilustrasi spirit doll atau boneka arwah (Elements Envato)

"Pastinya ada beragam faktor lain yang bisa turut memengaruhi seseorang yang memiliki spirit doll," imbuhnya.

Faktor kesepian juga bisa saja jadi salah satu alasan seseorang memilih jadikan benda sebagai teman. Hersa menjelaskan, dari sudut pandang psikologi, kesepian terjadi saat ada kesenjangan antara keinginan seseorang untuk memiliki koneksi sosial, dengan kenyataan atau fakta dalam kehidupannya.

Akan tetapi, perasaan sepi sebenarnya tidak bisa benar-benar dihilangkan hanya melaluo benda.

"Untuk sekadar melampiaskan rasa sepi bisa saja, namun untuk mengurangi atau menghilangkan, menurut saya tidak bisa," ujar Hersa.

Dari sejumlah unggahan yang dibagikan para publik figur, spirit doll tersebut tidak sekadar dimiliki seperti boneka biasa. Tapi juga diajak beraktivitas aktif bersama pemiliknya, bahkan dirawat layaknya bayi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Fenomena Adopsi Boneka Bayi, Five Vi Bahas soal Dosa Kesyirikan

Ramai Fenomena Adopsi Boneka Bayi, Five Vi Bahas soal Dosa Kesyirikan

Riau | Selasa, 04 Januari 2022 | 12:23 WIB

Ustaz Ini Sebut Boneka Spirit Doll Adalah Berhala Modern: Hukumnya Musyrik!

Ustaz Ini Sebut Boneka Spirit Doll Adalah Berhala Modern: Hukumnya Musyrik!

Jawa Tengah | Selasa, 04 Januari 2022 | 09:40 WIB

Viral Spirit Doll Dijual di Olshop Harga Jutaan, Panen Nyinyiran Warganet

Viral Spirit Doll Dijual di Olshop Harga Jutaan, Panen Nyinyiran Warganet

News | Selasa, 04 Januari 2022 | 10:26 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB