facebook

Rekor! Amerika Laporkan Penambahan 1 Juta Kasus Baru Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Rekor! Amerika Laporkan Penambahan 1 Juta Kasus Baru Covid-19
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Fauci telah memperingatkan masih ada bahaya lonjakan rawat inap karena lonjakan infeksi bahkan ketika data awal menunjukkan varian Omicron kurang parah.

Suara.com - Amerika Serikat mencatat lebih dari 1 juta kasus Covid-19 pada hari Senin, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Peningkatan itu terjadi saat varian Omicron terus menyebar dengan kecepatan tinggi.

Johns Hopkins, yang telah melacak jumlah kasus sejak awal pandemi, juga melaporkan 1.688 kematian untuk periode yang sama, sehari setelah penasihat pandemi AS Anthony Fauci mengatakan negara itu mengalami "peningkatan hampir vertikal" dalam kasus Covid-19. .

Fauci telah memperingatkan masih ada bahaya lonjakan rawat inap karena lonjakan infeksi bahkan ketika data awal menunjukkan varian Omicron kurang parah.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

"Satu-satunya kesulitan adalah jika Anda memiliki begitu banyak kasus, bahkan jika tingkat rawat inap lebih rendah dengan Omicron dibandingkan dengan Delta, masih ada bahaya bahwa Anda akan mengalami lonjakan rawat inap yang mungkin menekankan sistem perawatan kesehatan," Fauci mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Minggu dengan CNN.

Baca Juga: Virolog Unud Tanggapi Soal Omicron di Bali, Imbau Tak Perlu Panik

Fauci menambahkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS akan segera mengeluarkan klarifikasi tentang apakah orang dengan Covid-19 harus dites negatif untuk meninggalkan isolasi, setelah kebingungan minggu lalu mengenai panduan yang akan membiarkan orang pergi setelah lima hari. tanpa gejala.

CDC telah mengurangi periode isolasi yang direkomendasikan untuk orang dengan Covid tanpa gejala menjadi lima hari, turun dari 10.

Kebijakan tersebut tidak memerlukan pengujian untuk mengonfirmasi bahwa seseorang tidak lagi menularkan sebelum mereka kembali bekerja atau bersosialisasi, menyebabkan beberapa ahli menaikkan pertanyaan.

Sejak awal pandemi, AS telah mencatat kematian Covid-19 terbanyak dengan 826.064, diikuti oleh Brasil dengan 619.133, India dengan 481.893 dan Rusia dengan 311.353.

Baca Juga: Kasus Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 252 Orang, Wagub DKI: dari Impor 239 Kasus

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar