Telemedicine Tidak Selalu Memudahkan Dokter Lakukan Pemeriksaan Medis, Kok Bisa?

Rabu, 05 Januari 2022 | 14:50 WIB
Telemedicine Tidak Selalu Memudahkan Dokter Lakukan Pemeriksaan Medis, Kok Bisa?
Telemedicine. (Elements Envanto)

Suara.com - Penggunaan telemedicine atau konsultasi medis secara daring makin banyak akses oleh masyarakat sejak terjadinya pandemi Covid-19. Kontrol kesehatan tetap bisa dilakukan dari rumah bagi orang-orang yang merasa khawatiran datang ke rumah sakit karena takut tertular infeksi virus corona.

Tetapi, kemudahan itu ternyata tidak selalu dirasakan oleh dokter. Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Menteng Mitra Afia (RSU MMA) Jakarta dr. Ambun Suri, MARS., telemedicine sebenarnya lebih cocok digunakan bagi pasien kronis yang sudah punya rekam jejak penyakit.

"Pasien kronis yang sudah mempunyai rekam medik, sudah punya data lab, itu sebetulnya mudah karena biasanya dokter sudah punya data basic dari pemeriksaan di rumah sakit," kata dokter Ambun ditemui di klinik Halomed RSU MMA, Cikini, Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Sementara untuk pemeriksaan pasien dengan penyakit akut, atau yang baru pertama kali mengalami gejala, akan sulit ditegakkan diagnosis yang tepat. Karena belum ada pemeriksaan fisik secara langsung juga dokter tidak memiliki rekam medis pasien tersebut.

e-health aplikasi konsultasi online, konsultasi dokter online [shutterstock]
e-health aplikasi konsultasi online, konsultasi dokter online [shutterstock]

"Kalau pasien mengeluh pusing, sakit kepala, tanpa diperiksa, itu dokter sulit. Misalnya pemeriksaan tensi nggak ada, pemeriksaan jantung dengan cara stetoskop itu nggak ada. Jadi intinya pemeriksaan telemedicine itu alternatif di era pandemi. Ideal adalah pemeriksaan langsung," ujarnya.

Rekam jejak medis juga akan memudah dokter untuk menentukan apakah pasien perlu melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan atau tidak. Selain itu, pengawasan kondisi kesehatan juga bisa lebih terukur.

"Memang telemedicine lebih mudah untuk pasien kronis, bukan bagi yang baru pertama kali kena gejala. Misalnya mengeluh sakit perut itu kan macam-macam akibatnya. Bisa sakit perut karena ingin bab atau karena terlalu lama menahan kencing, ada banyak penyebabnya. Bisa karena jantung ataupun sakit maag, jadi manfaat dalam telemedicine karena pandemi sebagai alternatif saja," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI