Virus Corona Covid-19, Ahli Temukan Gejala Langka pada Mata!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 06 Januari 2022 | 09:22 WIB
Virus Corona Covid-19, Ahli Temukan Gejala Langka pada Mata!
Ilustrasi penularan virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Konjungtivitis dan sakit mata bisa disebabkan oleh banyak faktor. Tapi, bukti baru menunjukkan bahwa sebagian orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami konjungtivitis.

Konjungtivitis ini biasanya dikenal sebagai mata merah atau merah muda. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan pada konjungtiva, yang merupakan lapisan transparan yang menutupi bagian putih bola mata.

Konjungtivitis bisa menyebabkan iritasi dan gatal-gatal, mata terlihat merah atau merah muda, dan keluarnya cairan dari mata.

Penyebab konjungtivitis paling umum adalah alergi dan infeksi bakteri atau virus. Namun, beberapa orang mengembangkan konjungtivitis sebagai gejala virus corona Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan konjungtivitis dan mata merah ke daftar gejala virus corona Covid-19 yang langka.

Ilustrasi mata, konjungtivitis. (Pixabay/puhhha)
Ilustrasi mata, konjungtivitis. (Pixabay/puhhha)

Menurut WHO dilansir dari Express, konjungtivitis adalah gejala virus corona langka karena hanya 1 dari 3 orang dengan virus corona yang mengalaminya.

Nampaknya, pasien virus corona Covid-19 bisa mengembangkan konjungtivitis atau sakit mata setelah mengelami gejala umum lainnya.

Jadi, sakit mata tanpa gejala virus corona Covid-19 lainnya bisa dipastikan itu hanya konjungtivitis biasa.

Tapi, sakit mata yang disertai gejala umum virus corona Covid-19 perlu diwaspadai. Anda bisa melakukan tes Covid-19 cepat untuk memastikannya dan melakukan isolasi mandiri.

baca juga

Adapun gejala umum virus corona Covid-19 lainnya adalah sakit kepala atau migrain, yang bagi banyak orang dapat terasa seolah-olah ada rasa sakit di mata dan kepekaan terhadap cahaya.

Beberapa orang juga melaporkan mengalami mata gatal sebagai gejala virus corona. Karena itu, ahli kesehatan menyarankan Anda jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan.

Karena, virus bisa masuk ke dalam tubuh melalui organ tubuh tersebut dan membuat Anda tidak sehat. Dalam kasus mata, konjungtiva adalah jaringan yang menutupi bola mata Anda dan mengandung reseptor yang disebut reseptor ACE-2.

Reseptor ini mengarah ke sel lain dalam tubuh. Jika jika partikel virus corona bersentuhan dengan reseptor ACE-2 di mata Anda, Anda bisa tertular virus corona.

Kondisi ini bisa terjadi sebagai akibat dari seseorang batuk atau bersin di dekat Anda dan partikel virus mencapai mata Anda atau menyentuh mata dengan tangan yang belum dicuci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Covid-19, Mata Bocah Lelaki Ini Bengkak Hingga Hampir Buta

Terinfeksi Covid-19, Mata Bocah Lelaki Ini Bengkak Hingga Hampir Buta

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 12:07 WIB

CDC Temukan Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Kelahiran Prematur

CDC Temukan Vaksin Covid-19 Tidak Sebabkan Kelahiran Prematur

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 12:13 WIB

WHO Pantau Varian IHU di Prancis, Benarkah Lebih Menular?

WHO Pantau Varian IHU di Prancis, Benarkah Lebih Menular?

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:06 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×