Selain Olahraga, Konsumsi 1-2 Cangkir Minuman Ini Bisa Bakar Lemak Perut

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 07 Januari 2022 | 11:30 WIB
Selain Olahraga, Konsumsi 1-2 Cangkir Minuman Ini Bisa Bakar Lemak Perut
lemak perut, lemak visceral (Pixabay/jarmoluk)

Suara.com - Lemak visceral adalah lemak yang berada di dalam rongga perut dan membungkus organ-organ vital. Jika diabaikan, lemak perut ini bisa membahayakan kesehatan.

Karena itu, Anda bisa melakukan olahraga atau diet untuk membakar lemak visceral. Tapi, ada satu minuman tradisional yang bisa membantu mengurangi lemak perut dengan meningkatkan metabolisme lemak dan menghalangi pembentukan sel lemak baru.

Minuman untuk membakar lemak perut atau lemak visceral itu berasal dari teh rooibos. Minuman ini dikenal dengan aroma kayunya yang khas dan dibuat dengan memfermentasi daun semak berbunga Aspalathus linearis.

Penelitian menunjukkan bahwa aspalathin, bahan aktif dalam daun teh ini bisa membantu mengurangi hormon stres yang memicu rasa lapar dan penyimpanan lemak.

"Tidak ada yang bisa menggantikan manfaat dari diet sehat dan olahraga, tapi teh rooibos bisa membantu memberikan dukungan ekstra," kata Dokter Tim Bond, dari Tea Advisory Panel dikutip dari Express.

Ilustrasi mengukur lemak perut. (Pixabay//BrunoGermany)
Ilustrasi lemak visceral, lemak perut. (Pixabay//BrunoGermany)

Penelitian telah menemukan bahwa teh rooibos mengandung senyawa yang disebut aspalathin. Dalam penelitian laboratorium, senyawa itu terbukti mengurangi lemak, meningkatkan metabolisme lemak dan memblokir pembentukan sel lemak.

Karena rooibos memiliki rasa manis yang alami, baik sedikit atau tanpa gula, minuman ini bebas kalori yang aman dikonsumsi.

Tanaman ini juga merupakan sumber yang kaya antioksidan untuk membantu mengatur metabolisme glutathione dalam tubuh.

Glutathione adalah antioksidan kuat yang telah terbukti melindungi tubuh dari peradangan, racun dan radikal bebas dan patogen.

Dokter Hanél Sadi-Van Gijsen, dari Divisi Fisiologi Medis di Universitas Stellenbosch, menjelaskan peradangan dan stres oksidatif merupakan ciri dari disfungsi lemak.

Kondisi itu juga berkaitan dengan banyak penyakit yang berhubungan dengan obesitas. Dalam satu studi tabung, temuan menunjukkan teh rooibos meningkatkan metabolisme lemak dan membantu memblokir pembentukan sel-sel lemak baru.

"Data kami menunjukkan bahwa fermentasi rooibos yang larut dalam air panas menghambat adipogenesis dan memengaruhi metabolisme adiposit, sehingga menunjukkan potensinya dalam mencegah obesitas," kata para peneliti.

Adipogenesis adalah proses di mana sel-sel sarat lemak berkembang dan terakumulasi sebagai jaringan adiposa di berbagai tempat di seluruh tubuh. Sel-sel ini berkembang baik sebagai lemak subkutan maupun sebagai timbunan lemak.

Minum hanya satu atau dua cangkir rooibos per hari dapat membantu mencegah pembentukan lemak perut yang berbahaya.

Namun, studi lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk menyelidiki efek herbal rooibos pada penurunan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menghilangkan Lemak Perut dengan Mudah

Cara Menghilangkan Lemak Perut dengan Mudah

Jabar | Kamis, 06 Januari 2022 | 17:23 WIB

Khasiat Minum Teh Campur Jeruk Nipis, Tapi Awas Bisa Sakit

Khasiat Minum Teh Campur Jeruk Nipis, Tapi Awas Bisa Sakit

Sulsel | Kamis, 06 Januari 2022 | 10:38 WIB

Susah Tidur? Tenang, Ada Minuman yang Bisa Jadi Obat Tidur Alami

Susah Tidur? Tenang, Ada Minuman yang Bisa Jadi Obat Tidur Alami

Your Say | Rabu, 05 Januari 2022 | 19:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB