Konsumsi Alkohol Selama Pandemi Covid-19 Meningkat, Ini Bahaya Yang Mengintai

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Senin, 10 Januari 2022 | 01:30 WIB
Konsumsi Alkohol Selama Pandemi Covid-19 Meningkat, Ini Bahaya Yang Mengintai
Ilustrasi mengonsumi minuman beralkohol (Shutterstock).

Suara.com - Masyarakat yang mengonsumsi alkohol disebut megnalami peningkatan  21 persen selama pandemi Covid-19. Situasi itu membuat risiko kematian akibat alkohol diperkirakan akan meningkat di tahun 2040 nanti, yakni sebesar 8.000 penyakit hati, 18.700 gagal hati, dan 1.000 kasus kanker hati.

Lewat studi yang dilakukan oleh para peneliti di Rumah Sakit Umum Massachusetts, terungkap bahwa asupan alkohol yang tinggi diperkirakan akan menyebabkan 100 kematian tambahan, dan 2.800 kasus tambahan penyakit gagal hati.

Para peneliti mengatakan, peningkatan berkelanjutan konsumsi alkohol selama lebih dari satu tahun, dapat mengakibatkan 19 hingga 35 persen kematian tambahan.

Melansir laman Times Of India, para peneliti dari dalam dan luar negeri, etiologi atau studi ilmiah penyakit hati alkoholik berubah seiring waktu karena berbagai faktor, di mana yang paling utama adalah perubahan gaya hidup.

Ilustrasi alkohol (Elements Envato)
Ilustrasi alkohol (Elements Envato)

Namun, para peneliti di seluruh dunia telah menegaskan, bahwa penyakit hati alkoholik adalah masalah kesehatan yang serius.

Hal itu diperkuat oleh keterangan dari WHO, di mana konsumsi alkohol berkontribusi terhadap 3 juta kematian setiap tahun secara global, serta kecacatan dan kesehatan yang memburuk.

“Secara keseluruhan, penggunaan alkohol yang berbahaya bertanggung jawab atas 5,1 persen beban penyakit global. Alkohol adalah faktor risiko utama kematian dini dan juga kecacatan sebesar 10 persen, yakni berusia 15 hingga 49 tahun,” ungkap WHO.

Sementara itu, lewat laporan status Global WHO terkait alkohol dan kesehatan 2018 mengatakan, konsumsi alkohol per kapita di India mencapai 5,7 liter di tahun 2016.

“Peningkatan tertinggi diperkirakan di wilayah Asia Tenggara, dengan peningkatan 2,2 liter di India yang mewakili sebagian besar dari total populasi di wilayah ini,” ungkap laporan itu.

WHO melanjutkan, dikatakan pada tahun 2018 kematian akibat penyakit hati di India telah mencapai 264.193 orang, di mana angka ini terdiri dari 3 persen total kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Penularan Varian Omicron,Mexico Wajibkan Penggunaan Masker di Dalam Ruangan!

Cegah Penularan Varian Omicron,Mexico Wajibkan Penggunaan Masker di Dalam Ruangan!

Health | Minggu, 09 Januari 2022 | 17:33 WIB

Ahli Sebut Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Tak Diperlukan, Ini Sebabnya!

Ahli Sebut Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Tak Diperlukan, Ini Sebabnya!

Health | Minggu, 09 Januari 2022 | 17:26 WIB

Sasaran Sudah Dipetakan, 25 Ribu Warga Kulon Progo Penuhi Syarat Peroleh Vaksin Booster

Sasaran Sudah Dipetakan, 25 Ribu Warga Kulon Progo Penuhi Syarat Peroleh Vaksin Booster

Jogja | Minggu, 09 Januari 2022 | 17:30 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB