Dinda Hauw Kebingungan Cari MPASI, Ini Panduan Makanan Bayi dari WHO!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:13 WIB
Dinda Hauw Kebingungan Cari MPASI, Ini Panduan Makanan Bayi dari WHO!
Dinda Hauw dan anaknya (instagram/@dindahw)

Suara.com - Dinda Hauw sempat kebingungan mencari menu MPASI untuk anaknya, Arshaka ketika pergi liburan bersama suaminya, Rey Mbayang ke Turki.

"Jujur waktu pas kemarin ke Turki itu sedikit kerepotan, karena Sakha lagi awal MPASI jadi aku masih meraba gitu aduh ini makannya gimana, terus cari makan apa," kata Dinda Hauw di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022).

Rey Mbayang dan Dindau Hauw mengaku kebingungan ketika mencari makanan untuk bayi MPASI di minimarket. Sampai akhirnya, ia pun menemukan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk anaknya berupa snack.

Hal yang wajar terjadi bagi orangtua baru kebingungan mencari menu MPASI yang tepat untuk bayinya. Tapi, orangtua perlu mengetahui pentingnya MPASI ketika anak sudah menginjak usia 6 bulan.

Karena, anak sudah membutuhkan nutrisi tambahan selain ASI atau susu formula ketika menginjak usia 6 bulan. Orangtua juga perlu mengetahui kalau pemberikan MPASI yang baik harus sesuai dengan usia bayinya.

Dinda Hauw dan Rey Mbayang [Suara.com/Yuliani]
Dinda Hauw dan Rey Mbayang [Suara.com/Yuliani]

Dilansir dari Hellosehat, menu MPASI bayi terbagi menjadi dua, yakni menu MPASI campuran dan MPASI tunggal.

Menu MPASI tunggal merupakan makanan padat pendamping ASI yang hanya terdiri dari satu jenis makanan. Misalnya, Anda memberi bayi bubur beras selama 14 hari.

Anda juga bisa mencampurkannya dengan berbagai macam tambahan makanan lain, seperti daging, telur, buah-buahan, keju, sayuran dan lainnya.

Tapi, WHO menyarankan menu MPASI bagi bayi usia 6 bulan terdiri dari beragam sumber makanan. Karena, satu jenis makanan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian bayi yang terus meningkat.

baca juga

Dalam hal ini, MPASI tunggal bukannya memperkaya asupan makanan bayi tetapi justru membatasi pilihan makanan dan zat gizinya.

Berikut ini, beberapa pilihan menu MPASI untuk bayi menurut WHO.

  1. Sayuran yang dihaluskan, seperti wortel, kentang, dan brokoli
  2. Buah-buahan yang dihaluskan, seperti apel, pir, mangga, pepaya, alpukat dan pisang
  3. Bubur dari nasi, tepung beras atau tepung beras merah
  4. Sereal khusus bayi
  5. Makanan sumber zat besi
  6. Telur

Setelah bayi sudah menerima makanan tersebut dengan baik, Anda bisa memberikan makanan lainnya yang lebih bervariasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putranya Mulai MPASI, Dinda Hauw Bingung Cari Makanan di Turki

Putranya Mulai MPASI, Dinda Hauw Bingung Cari Makanan di Turki

Entertainment | Selasa, 11 Januari 2022 | 11:38 WIB

Bayi Usia 6 Bulan ke Atas Tak Diberi MPASI, Ancaman Kurang Gizi Mengintai

Bayi Usia 6 Bulan ke Atas Tak Diberi MPASI, Ancaman Kurang Gizi Mengintai

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 17:36 WIB

Rekomendasi 7 Makanan Bayi 6 Bulan untuk MPASI

Rekomendasi 7 Makanan Bayi 6 Bulan untuk MPASI

Lifestyle | Sabtu, 04 Desember 2021 | 19:51 WIB

Terkini

Hari ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis: Kabut Tebal, Ombak 2,5 Meter dan Bahaya Erupsi Krakatau

Hari ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis: Kabut Tebal, Ombak 2,5 Meter dan Bahaya Erupsi Krakatau

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:13 WIB

IHSG Makin Anjlok Setelah Purbaya Dicopot dari Menkeu, Betah di Level 6.400

IHSG Makin Anjlok Setelah Purbaya Dicopot dari Menkeu, Betah di Level 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:09 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Liburan di Luar Negeri Diskon Jutaan, Begini Cara Klaim Diskon BRI di Avia Tour!

Liburan di Luar Negeri Diskon Jutaan, Begini Cara Klaim Diskon BRI di Avia Tour!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB

Target Revitalisasi Tambak Pantura 20.000 Hektare, Pemerintah Baru Siapkan 6.000 Hektare

Target Revitalisasi Tambak Pantura 20.000 Hektare, Pemerintah Baru Siapkan 6.000 Hektare

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:04 WIB

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:57 WIB

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:50 WIB

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

×