facebook

Kasus COVID-19 Melonjak, Nepal Tutup Sekolah Hingga 3 Pekan

M. Reza Sulaiman
Kasus COVID-19 Melonjak, Nepal Tutup Sekolah Hingga 3 Pekan
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Pemerintah Nepal mengambil tindakan tegas demi mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron meluas, terutama di kalangan anak-anak.

Suara.com - Pemerintah Nepal mengambil tindakan tegas demi mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron meluas, terutama di kalangan anak-anak.

Mengutip ANTARA, seluruh sekolah di Nepal akan ditutup selama hampir tiga pekan, yang memaksa lebih dari tujuh juta siswa untuk tetap berada di rumah.

Nepal mencatat tambahan 841 kasus pada Minggu (9/1), lonjakan harian tertinggi sejak September tahun lalu, sehingga totalnya mencapai 832.589.

Sementara itu, jumlah kematian COVID-19 sebanyak 11.604.

Baca Juga: Gratis! Menkes Budi Ungkap Tata Cara Dapatkan Vaksin Booster Mulai Besok

Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)
Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)

Menurut juru bicara Kementerian Pendidikan Deepak Sharma, sekolah akan tetap ditutup sampai 29 Januari meski program vaksinasi anak usia 12-17 di sekolah mereka akan tetap berlangsung.

"Sekolah harus menginformasikan siswanya tentang waktu dan tanggal kapan mereka perlu datang ke sekolah dan disuntik vaksin," kata Sharma kepada Reuters.

Otoritas berharap penutupan sekolah dapat membantu memutus rantai penularan di tengah kekhawatiran penyebaran cepat varian Omicron.

Pekan lalu pemerintah meminta rumah sakit agar mengantisipasi lonjakan pasien sebab kasus COVID-19 berpotensi meningkat tajam.

Rumah sakit juga diperintahkan untuk menjaga pasokan oksigen dan menyiapkan staf.

Baca Juga: Terkena Pilek Bisa Lindungi Kita dari Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Nepal mencatat 27 kasus Omicron dengan nihil laporan kematian.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar