Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!

Risna Halidi

Rabu, 12 Januari 2022 | 17:46 WIB
Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebagaian besar wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. Bukan hanya penyakit seperti pancaroba seperti demam, flu dan batuk, Indonesia juga diancam oleh penyakit Demam berdarah dengue atau DBD.

Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2017, anak-anak berusia kurang dari 15 tahun paling rentan kena DBD. Dalam beberapa kasus, penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius pada anak.

Oleh karena itu, mencegah dan mengetahui gejala DBD menjadi hal penting yang perlu dilakukan orangtua. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini gejala demam berdarah pada anak yang umumnya terjadi.

Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

1. Demam
Gejala demam berdarah pada anak biasanya dimulai sekitar 4-10 hari setelah digigit nyamuk pembawa virus. Gejala awal yang muncul biasanya demam tinggi hingga mencapai 40 derajat celsius.

Demam bisa turun hingga 38 derajat celsius selama 1 hari pada anak-anak, tapi kemudian naik lagi. Ketika demam sedang turun, bisa jadi itulah fase kritis karena berisiko mengalami DBD yang berat. Untuk itu perlu perhatian lebih di fase ini.

2. Masalah Kulit
Gejala DBD pada anak yang cukup umum adalah munculnya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit. Namun, ruam dan bintik-bintik hanya bersifat sementara dan mungkin dapat segera hilang.

3. Perubahan Perilaku
Orangtua dapat mengenali gejala DBD pada anak dengan memerhatikan apakah ada perubahan perilaku. Misal anak jadi lebih cengeng, tampak uring-uringan, mudah marah, sering menangis, atau nafsu makan menurun. Segeralah cek apakah ada demam yang dialami anak.

4. Ada Masalah Pencernaan
Anak mungkin mengeluh sakit perut dan mual, muntah, hingga diare, yang bisa disalahartikan sebagai gejala gangguan pencernaan. Padahal problem itu bisa jadi tanda awal anak mengalami komplikasi karena DBD. Oleh karena itu orangtua perlu mengawasi secara ketat.

5. Ketidaknyamanan Fisik
Anak yang terkena DBD biasanya mengalami gejala seperti nyeri otot dan sendi, nyeri berdenyut-denyut di belakang mata, nyeri punggung, sakit kepala, dan sebagainya.

baca juga

6. Pendarahan Ringan
Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh dapat membuat anak mengalami pendarahan ringan, misal dari gusi atau hidung. Hal ini karena virus dapat memperlambat laju pembekuan darah. Pada beberapa kasus yang parah dan jarang, pendarahan bisa terjadi di saluran pencernaan.

Demikiana informasi mengenai gejala demam berdarah pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Alan Aliarcham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putus Siklus Nyamuk Aedes Aegypti Puskesmas Nanga Merakai Lakukan Fogging

Putus Siklus Nyamuk Aedes Aegypti Puskesmas Nanga Merakai Lakukan Fogging

Kalbar | Rabu, 12 Januari 2022 | 16:49 WIB

Warga Garut Diminta Waspadai Potensi Bencana Hingga Februari 2022

Warga Garut Diminta Waspadai Potensi Bencana Hingga Februari 2022

Jabar | Rabu, 12 Januari 2022 | 14:42 WIB

DBD Menyerang 10 Warga Bangkalan dalam Sepekan

DBD Menyerang 10 Warga Bangkalan dalam Sepekan

Jatim | Rabu, 12 Januari 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

×