Jangan Pernah Mempermalukan Anak Di Depan Umum, Ini Alasannya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:35 WIB
Jangan Pernah Mempermalukan Anak Di Depan Umum, Ini Alasannya
Ilustrasi Jangan Pernah Mempermalukan Anak Di Depan Umum, Ini Alasannya. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap orang tua pasti mengharapkan yang terbaik untuk perkembangan anaknya. Namun, seringkali kita tidak dapat menghindari beberapa perilaku pada anak kita.

Beberapa orang mungkin akan memilih cara untuk mendisiplinkan anak, salah satunya mempermalukan anak di depan umum. Namun, tahukah kamu beberapa hal tersebut dapat memiliki efek buruk terhadap anakmu?

Dilansir dari timesofindia.com, berikut alasan mengapa kamu perlu memikirkan dua kali sebelum mempermalukan anakmu:

1. Harga diri

Ilustrasi orang tua memarahi anak (freepik.com/peoplecreations)
Ilustrasi orang tua memarahi anak (freepik.com/peoplecreations)

Mempermalukan anak di depan umum menyebabkan perkembangan rasa rendah diri dan malu. Mereka juga akan merasa bahwa kamu merendahkan harga dirinya. Mempermalukan anak mengarah pada hal-hal yang tidak kamu sukai. Hal ini akan mengubah pemikiran bahwa mereka memiliki diri mereka sendiri.

2. Kesehatan emosional

Apakah kamu tidak menerima beberapa perilaku dari anakmu? Mempermalukannya bukanlah cara yang tepat. Mempermalukannya hanya akan membawa luka, frustasi, dan kesedihan pada anakmu. Hal ini akan merusak kesehatan emosionalnya.

3. Kepercayaan

Hubungan sebagian besar dibangun dari kepercayaan. Kamu bisa memastikannya dengan mempertahankan kepercayaan. Jika kepercayaan tersebut utuh, anakmu akan merasa aman bersamamu. Mempermalukan anak di depan umum hanya akan merusak kepercayaannya terhadapmu. Pada akhirnya, mereka akan mulai menyembunyikan segala hal darimu.

4.Mengintimidasi

Anak-anak kebanyakan akan meniru hal-hal yang mereka lihat. Saat anakmu melihat perilaku tertentu darimu, dia mungkin akan mengingatnya, kemudian melakukannya di masa depan. Hal ini dapat menyebabkan anakmu menjadi seorang pengganggu.

5. Keras kepala

Mempermalukan anakmu dapat membuatnya merasa bahwa perilakunya tidak bisa diubah. Hal tersebut dapat menyebabkan perasaan keras kepala pada anakmu di masa depan.

Itulah alasan alasan mengapa kamu perlu memikirkan dua kali sebelum mempermalukan anakmu. Bagaimana menurutmu?

Penulis: Maria Mery Cristin Nainggolan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Penularan COVID-19, Pemkot Solo akan Lanjutkan Surveilans Usai Vaksin Anak

Antisipasi Penularan COVID-19, Pemkot Solo akan Lanjutkan Surveilans Usai Vaksin Anak

Surakarta | Kamis, 13 Januari 2022 | 08:38 WIB

Mezzaluna, Putri Bimbim Slank Curhat Sakit Hati Lewat Lagu In Situ

Mezzaluna, Putri Bimbim Slank Curhat Sakit Hati Lewat Lagu In Situ

Entertainment | Kamis, 13 Januari 2022 | 08:27 WIB

Heboh, Dugaan Penculikan Anak Terjadi di Samarinda, Pelaku Disebut Lari ke Hutan, Warganet: Human Trafficking?

Heboh, Dugaan Penculikan Anak Terjadi di Samarinda, Pelaku Disebut Lari ke Hutan, Warganet: Human Trafficking?

Kaltim | Kamis, 13 Januari 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB