Varian Omicron Merajalela, Jerman Malah Kekurangan Alat Tes COVID-19

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 14 Januari 2022 | 23:30 WIB
Varian Omicron Merajalela, Jerman Malah Kekurangan Alat Tes COVID-19
Ilustrasi Varian Omicron (Pixabay)

Suara.com - Jerman tengah mengalami masalah kekurangan alat tes COVID-19, di tengah ancaman varian Omicron yang masih merajalela.

Jerman melaporkan rekor lebih dari 81.000 infeksi COVID-19 dalam sehari setelah tim pemerintah untuk penanganan krisis COVID-19 memperingatkan kemungkinan hambatan menyangkut tes.

Rekor harian sebelumnya tercatat pada Rabu (12/1), yaitu 80.430 kasus. Angka kematian pada Kamis juga naik 316 menjadi 115.051 orang.

Kepala tim pemerintah pusat untuk penanganan krisis COVID-19, Carster Breuer, mengatakan para pekerja di sektor infrastruktur penting akan diprioritaskan jika kapasitas tes COVID-19 diperketat.

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada seorang anak di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada seorang anak di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Seperti halnya sumber daya yang langka, kita tentunya harus menambah kapasitas bila perlu. Ini juga berlaku untuk tes,” kata Breuer kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung.

Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach pada Kamis mengatakan Jerman sudah memiliki cara untuk menangani situasi COVID-19 baru-baru ini.

Asosiasi Laboratorium Jerman, ALM, pada Kamis mengatakan tes PCR naik 56 persen pada pekan pertama 2022 dibandingkan dengan pekan lalu.

Otoritas kesehatan dan laboratorium Bremen, negara bagian di barat laut yang mengalami insiden infeksi tertinggi di Jerman, mengatakan kekurangan bukan terjadi pada tes PCR, tetapi pada staf dan kapasitas pengujian.

“Itu berarti terdapat keterlambatan hingga tes PCR dievaluasi,” kata Lukas Fuhrmann, juru bicara senat bidang kesehatan Bremen.

Baca Juga: Di Negara Ini, Warga yang Belum Divaksin Dilarang Naik Transportasi Umum

Dia menambahkan bahwa tes saat ini bisa memakan waktu hingga 72 jam untuk dapat mengeluarkan hasil evaluasi.

Andreas Gerritzen, direktur laboratorium medis MVZ di Bremen, mengatakan permintaan tes meningkat dua kali lebih tinggi dari yang laboratorium bisa tangani.

Tidak melakukan tes varian merupakan langkah yang bisa meringankan beban laboratorium, katanya.

“Masing-masing tes varian sama rumitnya dengan dua tes PCR normal,” kata Gerritzen.

Dia menambahkan bahwa laboratorium sudah mengalihkan kapasitasnya untuk memenuhi tingginya permintaan.

“Tidak ada akhir pekan dan malam tanpa aktivitas. Kami mencoba untuk mengatasi angka-angka yang sesuai dengan misi khusus ini,” ujarnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI