facebook

Ngeri! Twindemic Influenza dan Covid-19 Ancam Sistem Kesehatan di Eropa

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Ngeri! Twindemic Influenza dan Covid-19 Ancam Sistem Kesehatan di Eropa
Lelaki sedang menderita influenza dan Covid-19. (Shutterstock)

Eropa berada di ambang risiko mengalami twindemic atau wabah kembar infeksi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Apa penyebabnya?

Suara.com - Eropa berada di ambang risiko mengalami twindemic atau wabah kembar infeksi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pasalnya, wabah influenza juga telah kembali terjadi di Eropa meski musim dingin akan segera berakhir.

Penguncian, pemakaian masker, dan jarak sosial yang telah menjadi aturan normal di Eropa selama pandemi Covid-19 sebenarnya juga mampu mencegah penularan flu musim dingin itu pada tahun lalu.

Akan tetapi, kondisi kali ini berubah ketika negara-negara Eropa melonggarkan aturan protokol kesehatan untuk memerangi Covid-19, karena merasa vaksinasi telah meluas.

Sejak pertengahan Desember 2021, virus flu telah beredar di Eropa dengan tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) melaporkan bulan ini.

Baca Juga: Waduh, Thailand Laporkan Kematian Pertama Akibat Varian Omicron!

Ilustrasi musim dingin di Eropa. (Pixabay/igor volgin)
Ilustrasi musim dingin di Eropa. (Pixabay/igor volgin)

Selama bulan yang sama, jumlah kasus flu di unit perawatan intensif Eropa (ICU) juga meningkat hingga mencapai puncaknya pada 43 minggu terakhir 2021, data ECDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dibandingkan musim dingin saat pandemi Covid-19 2020, kasus flu lebih sedikit daripada tahun 2021. Di mana hanya ada satu kasus flu di ICU sepanjang Desember 2020, data menunjukkan.

Melonjaknya wabah influenza bisa menjadi musim flu yang luar biasa panjang bahkan berlanjut hingga musim panas, kata pakar utama ECDC tentang influenza Pasi Penttinen kepada Reuters.

"Jika kita mulai mencabut semua tindakan, kekhawatiran besar saya untuk influenza adalah karena kita sudah lama sekali hampir tidak ada sirkulasi di populasi Eropa. Mungkin kita akan beralih dari pola musiman yang normal," kata Panttinen, dikutip dari Channel News Asia.

Dia mengatakan, melonggarkan aturan peokes saat musim semi dapat memperpanjang wabah flu di Eropa hingga Mei mendatang.

Baca Juga: Setelah Sebulan Nihil, Muncul Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Cirebon

Kondisi twindemic itu dapat memberikan tekanan berlebihan pada sistem kesehatan yang sudah kewalahan, kata ECDC dalam laporannya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar