Kemenkes Ungkap Sebab Mayoritas Pasien Varian Omicron Bergejala Ringan

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:00 WIB
Kemenkes Ungkap Sebab  Mayoritas Pasien Varian Omicron Bergejala Ringan
Ilustrasi omicron, negara pusat penyebaran omicron (pixabay)

Suara.com - Hingga saat ini kasus varian Omicron di Indonesia masih terus bertambah. Meski demikian, dari laporan yang ada mereka yang terinfeksi omicron mayoritas memiliki gejala ringan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengapa situasi itu terjadi. Menurut Nadia alasan infeksi omicron dilihat sebagian besar tidak bergejala atau ringan, karena imunitas bekerja, yaitu imunitas antibodi dan imunitas sel.

"Imunitas sel akan bertahan lama di tubuh. Suatu saat ada materi virus baru maka antibodi merespon melalui mekanisme imunitas seluler. Imunitas antibodi terlihat ada penurunan setelah 6 bulan, karena ditambah varian virus bertambah dengan varian-varian maka kita melakukan vaksinasi booster," tuturnya.

Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin booster saat ini masih diprioritaskan untuk kelompok lanjut usia, kelompok yang memiliki komorbid, dan ibu hamil.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Dok: Istimewa)
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Dok: Istimewa)

"Untuk booster masih dibatasi. Vaksinasi booster diberikan kepada lansia, masyarakat dengan komorbid, dan ibu hamil. Yang lain menunggu giliran sesuai strategi pemerintah," kata Siti Nadia dalam keterangannya.

Meski demikian, sebanyak 9.280 pedagang pasar di Indonesia menunggu giliran mendapatkan vaksinasi booster. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia, Y Joko Setiyanto mengatakan, para pedagang pasar tersebut antusias mendapatkan vaksin booster setelah vaksin primer yaitu vaksin dosis pertama dan kedua telah mereka terima.

"Sudah pada bertanya. Saya bilang tunggu Kementerian Kesehatan. Karena vaksinasi awal, kerja sama antara Kemenkes dengan Asparindo," kata Joko.

Menurut Joko, kesadaran pedagang pasar mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 tidak lepas dari sosialisasi yang terus dilakukan. Melalui sosialisasi, edukasi terhadap masyarakat pasar bahwa vaksinasi mencegah sakit Corona berlangsung efektif.

"Sosialisasi juga melalui poster yang paling mengena dan menohok di masyarakat. Saya setuju dengan poster bertuliskan 'Vaksin Mencegah Sakit dan Mati karena Corona'. Di masyarakat harus lebih jelas, tidak perlu ditutup-tutupi Corona tidak berbahaya. Corona sangat bahaya. Kalau mereka harus mendapat informasi bahwa jika tidak divaksinasi berbahaya untuk kesehatan dan jiwa," ujarnya.

baca juga

Meski vaksinasi booster telah dilakukan, menurut Siti Nadia, pemerintah masih berupaya menyelesaikan vaksinasi primer yaitu dosis pertama dan kedua. Pekerjaan Rumah utama pemerintah saat ini adalah vaksinasi lansia. Data lansia yang telah mendapat vaksinasi sejumlah 70 persen, dari jumlah itu baru 45% atau 10 juta yang mendapat dosis lengkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19

Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19

Tekno | Selasa, 18 Januari 2022 | 13:38 WIB

Australia Catat Rekor Kematian Akibat Omicron

Australia Catat Rekor Kematian Akibat Omicron

Lampung | Selasa, 18 Januari 2022 | 12:55 WIB

Badut Temani Anak Usia 6-11 Tahun Vaksin Covid-19 di Medan

Badut Temani Anak Usia 6-11 Tahun Vaksin Covid-19 di Medan

Sumut | Selasa, 18 Januari 2022 | 12:40 WIB

Terkini

Pelaku Kekerasan Seksual Dapat Surat Pembebasan Bersyarat Jelang HUT RI

Pelaku Kekerasan Seksual Dapat Surat Pembebasan Bersyarat Jelang HUT RI

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 14:55 WIB

BRI Kembali Gelar BRI inFrame 2026, Rekam Wajah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Lewat Fotografi

BRI Kembali Gelar BRI inFrame 2026, Rekam Wajah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Lewat Fotografi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 14:54 WIB

Kevin Diks Jadi Kapten Timnas Indonesia, Siap Ambil Peran Lebih Besar Tanpa Jay Idzes

Kevin Diks Jadi Kapten Timnas Indonesia, Siap Ambil Peran Lebih Besar Tanpa Jay Idzes

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:53 WIB

Ke Depan Bunga Kredit Tak Naik, BI Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Ke Depan Bunga Kredit Tak Naik, BI Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 14:52 WIB

Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman

Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 14:51 WIB

Malaysia Bidik Final, Presiden FAM Berani Klaim Harimau Malaya Permalukan Timnas Indonesia

Malaysia Bidik Final, Presiden FAM Berani Klaim Harimau Malaya Permalukan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 14:51 WIB

Review Gundam Hathaway 2: Intrik Cinta Segitiga dan Bayang Trauma Masa Lalu

Review Gundam Hathaway 2: Intrik Cinta Segitiga dan Bayang Trauma Masa Lalu

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:50 WIB

0815 Nomor Provider Apa? Kenali Operator dan Kode Area yang Digunakan

0815 Nomor Provider Apa? Kenali Operator dan Kode Area yang Digunakan

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 14:50 WIB

BRI Bagi-bagi Voucher Diskon Belanja di IM8, Nikmati Potongan Harga Langsung!

BRI Bagi-bagi Voucher Diskon Belanja di IM8, Nikmati Potongan Harga Langsung!

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 14:49 WIB

Lanjutkan Penggeledahan Kasus HGB, Penyidik KPK Sasar Kantor BPN Kota Mojokerto

Lanjutkan Penggeledahan Kasus HGB, Penyidik KPK Sasar Kantor BPN Kota Mojokerto

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:46 WIB

×