Varian Omicron Pengaruhi Anak dengan Cara Berbeda, Begini Efeknya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:21 WIB
Varian Omicron Pengaruhi Anak dengan Cara Berbeda, Begini Efeknya!
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)

Suara.com - Saat kasus varian Omicron melonjak, banyak orangtua khawatir dengan kondisi anak-anaknya. Karena, anak-anak dikatakan lebih rentan terhadap varian baru virus corona Covid-19.

Selain itu, penyebaran varian Omicron juga sangat cepat meskipun hanya menyebabkan penyakit ringan. Para ahli menyarankan untuk tidak menganggapnya enteng, terlebih banyak anak-anak yang belum vaksinasi.

Beberapa kali, para ahli mengatakan bahwa anak-anak berisiko tertular virus corona Covid-19, termasuk varian Omicron. Karena, banyak dari kelompok mereka yang belum vaksinasi.

Meskipun varian Omicron sudah dikonfirmasi tidak menyebabkan efek parah pada anak-anak. Tapi, kematian 7 anak baru-baru ini di Delhi seolah menjadi peringatan bagi orangtua di seluruh dunia.

Menteri Kesehatan Delhi, Satyendar Jain mengatakan bahwa anak-anak yang meninggal karena virus corona Covid-19, anak-anak tersebut memiliki penyakit penyerta yang cukup parah.

Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak (Pixabay/mohamed_hassan)

Dari 7 anak, 5 anak berusia di bawah 15 tahun. Saat ini, vaksin Covid-19 telah tersedia ntuk mereka yang berada dalam kelompok usia 15 hingga 18 tahun.

Para ahli percaya vaksin Covid-19 memainkan peran penting dalam melindungi massa dari virus corona Covid-19, khususnya anak-anak.

Menurut Dr Jesal Sheth, Konsultan Senior-Dokter Anak, Rumah Sakit Fortis, Mulund, penyebaran varian Omicron di kalangan anak-anak masih lebih tinggi daripada gelombang sebelumnya.

Sesuai data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 672 anak-anak rata-rata dirawat di rumah sakit setiap hari dengan Covid-19 selama satu minggu terakhir."

"Varian Omicron ini diketahui memiliki efek pada saluran pernapasan bagian atas dan anak-anak cenderung memiliki infeksi saluran pernapasan atas yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa yang membuat mereka lebih rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya," jelasnya dikutip dari Times of India.

Dokter juga mencantumkan beberapa gejala varian Omicron yang paling umum, seperti pilek, bersin terus-menerus, sakit tenggorokan bersama dengan sakit kepala dan batuk telah menjadi lebih umum.

Varian Omicron juga telah menunjukkan gejala yang sama dan melanjutkan tren yang ditetapkan oleh varian Delta.

Adapun gejala varian Omicron yang paling umum di antara anak-anak adalah batuk croup. Kondisi ini membuat anak tak berhenti batuk atau batuk cukup keras.

Croup adalah suatu kondisi saluran napas bagian atas, yang tidak hanya menahan pernapasan. Tetapi, juga memicu suara gonggongan yang khas. Biasanya, suara mungkin disertai dengan demam, suara serak dan sesak napas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejalanya Lebih Ringan, Varian Omicron Malah Sumbang 99,5 Persen Kasus Virus Corona AS

Gejalanya Lebih Ringan, Varian Omicron Malah Sumbang 99,5 Persen Kasus Virus Corona AS

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 15:23 WIB

Pingsan hingga Pusing, Ini Gejala Awal Infeksi Virus Corona Covid-19!

Pingsan hingga Pusing, Ini Gejala Awal Infeksi Virus Corona Covid-19!

Health | Selasa, 18 Januari 2022 | 10:31 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Buat Anak Susah Makan, Ini Sebabnya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Buat Anak Susah Makan, Ini Sebabnya!

Health | Selasa, 18 Januari 2022 | 09:01 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB