facebook

Mata Bisa Ungkap Risiko Kematian Dini Seseorang, Peneliti Ungkap Caranya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Mata Bisa Ungkap Risiko Kematian Dini Seseorang, Peneliti Ungkap Caranya!
Ilustrasi mata.[Pixabay]

Peneliti menemukan bahwa mata bisa memprediksi risiko kematian dini seseorang karena penyebab apapun.

Suara.com - Mata bisa mengindikasikan kondisi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Kini, para ilmuwan pun menemukan bahwa mata bisa mengungkapkan risiko Anda mengalami kematian dini.

Seseorang bisa memprediksi dirinya maupun orang lain berisiko mengalami kematian dini dalam satu dekade sebelum tanda-tandanya semakin jelas.

Para peneliti mengatakan retina, jaringan yang berada di bagian belakang mata dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan seseorang. Sehingga, ini bisa menggambarkan seseorang berisiko mengalami kematian dini atau tidak.

Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah di retina mungkin merupakan tanda peringatan dini dari suatu penyakit.

Baca Juga: Gejalanya Lebih Ringan, Varian Omicron Malah Sumbang 99,5 Persen Kasus Virus Corona AS

Kita juga pasti sudah tahu bahwa faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok dan pola makan buruk berimplikasi pada gangguan mata, seperti degenerasi makula.

Penelitian baru menunjukkan retina yang menua lebih cepat daripada usia orang itu sendiri bisa mengindikasikan risiko kematian dini.

Ilustrasi mata (Unsplash)
Ilustrasi mata (Unsplash)

Ilmuwan dari China dan Australia menyebut hal ini sebagai kesenjangan usia retina. Mereka menguji teori dengan membuka mata ribuan orang Inggris.

Mereka yang memiliki kesenjangan usia retina terbesar yang mencapai 10 tahun, lebih berisiko 67 persen meninggal dunia selama masa studi 11 tahun.

"Temuan ini menunjukkan bahwa usia retina mungkin menjadi penanda penuaan yang signifikan secara klinis,” kata British Journal of Ophthalmology dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Gejala Virus Corona Covid-19, Ini 5 Makanan yang Bisa Picu Parosmia!

Retina menjadi jendela atau pintu yang bisa mengidentifikasi segala permasalahan kesehatan tubuh.

Retin apula yang bisa digunakan untuk mengevaluasi proses patologis yang mendasari penyakit vaskular sistemik dan neurologis terkait dengan peningkatan risiko kematian.

Hipotesis ini didukung oleh penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pencitraan retina mengandung informasi tentang faktor risiko kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, dan biomarker sistemik.

Pada penelitian ini, para ilmuwan pertama-tama memeriksa bahwa mereka dapat memprediksi usia seseorang hanya berdasarkan retina.

Mereka mengamati retina 19.200 orang dewasa Inggris berusia antara 40 dan 69 tahun. Sebuah model pembelajaran mesin mampu memprediksi usia kronologis peserta secara akurat hanya dengan melihat retina dalam rentang 3,5 tahun.

Kemudian, kesenjangan usia retina dan hubungannya dengan kematian dinilai pada sekitar 36.000 sukarelawan selama periode 11 tahun. Selama waktu ini, 5 persen dari 1.871 orang meninggal dunia disebabkan oleh kanker.

Mereka yang meninggal cenderung mengalami penuaan retina yang lebih cepat. Artinya, retina mereka tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Misalnya, seseorang memiliki usia retina yang 1 tahu lebih tua dari usia sebenarnya. Risiko kematian karena penyebab apapun pada 11 tahun mendapat akan naik 2 persen.

Sedangkan, risiko kematian mereka akibat penyakit jantung atau kanker akan naik 3 persen. Kesenjangan usia retina yang besar dalam beberapa tahun secara signifikan dikaitkan dengan 49-67 persen risiko kematian yang lebih tinggi, selain dari penyakit kardiovaskular atau kanker.

Namun, penelitian ini bersifat retrospektif, yang mana partisipan dalam penelitian ini sudah meninggal dunia. Para ilmuwan belum memprediksi siapa yang berisiko mengalami kematian dini melalui mata mereka.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar