facebook

Chila Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Tenaga Kesehatan Dapat Suntikan Vaksin Booster Kedua

M. Reza Sulaiman
Chila Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Tenaga Kesehatan Dapat Suntikan Vaksin Booster Kedua
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Demi menjaga keamanan tenaga kesehatan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron, pemerintah Chile berencana memberikan vaksin booster kedua.

Suara.com - Demi menjaga keamanan tenaga kesehatan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron, pemerintah Chile berencana memberikan vaksin booster kedua.

Pemberian vaksin booster kedua bagi tenaga kesehatan dilakukan di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang mencapai 12.500 dalam sehari.

Kementerian Kesehatan Chile memulai tahap pertama pemberian vaksin penguat COVID-19 bagi penderita gangguan imun pada Januari ini, yang semula akan diberikan pada Februari, di tengah lonjakan kasus.

Otoritas juga memutuskan untuk mempercepat vaksinasi tenaga kesehatan.

Baca Juga: Januari Ditarget Selesai, 81 Persen Anak Usia 6-11 Tahun di DIY Telah Divaksin

Ilustrasi vaksin booster, Cara Daftar Vaksin Booster (Freepik)
Ilustrasi vaksin booster (Freepik)

Kemenkes meminta masyarakat agar disuntik vaksin sesuai jadwal resmi dari pemerintah, sebab sebanyak 1,5 juta orang belum mendapatkan vaksin booster pertama.

Bagi penerima booster pertama, mereka dapat mengakses kartu izin mobilitas dengan lebih leluasa.

Chile banyak dikenal lantaran program vaksinasi mereka yang gratis, sukarela dan massal, yang memungkinkan negara tersebut menikmati situasi epidemiologi yang lebih baik selama berbulan-bulan.

Sebelumnya diberitakan, Benua Amerika melaporkan kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron di hampir seluruh negara, termasuk Amerika Serikat dan Brasil.

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) mengatakan kasus COVID-19 mencapai tingkat tertinggi baru di Amerika dengan 7,2 juta kasus baru dan lebih dari 15.000 kematian terkait COVID dalam pekan lalu.

Baca Juga: Kunker ke Riau, Tito Karnavian Tinjau Vaksinasi Merdeka Siswa SD Pekanbaru

"Virus ini menyebar lebih aktif daripada sebelumnya," kata Direktur PAHO Carissa Etienne dalam sebuah pengarahan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar