facebook

Kasus COVID-19 India Melandai, Kantor Kembali Buka dan Masyarakat Boleh Bepergian di Akhir Pekan

M. Reza Sulaiman
Kasus COVID-19 India Melandai, Kantor Kembali Buka dan Masyarakat Boleh Bepergian di Akhir Pekan
Ilustrasi work from office. (Unsplash/LinkedIn Sales Solutions)

Pemerintah India melonggarkan aturan pembatasan sosial, setelah laporan terbaru kasus COVID-19 di negara tersebut cenderung melandai.

Suara.com - Pemerintah India melonggarkan aturan pembatasan sosial, setelah laporan terbaru kasus COVID-19 di negara tersebut cenderung melandai.

Ibu kota India, New Delhi, berencana mengizinkan sebagian kebijakan bekerja dari kantor (work from office/WFO) bagi kantor swasta dan membolehkan masyarakat bepergian di akhir pekan.

Kasus baru COVID-19 di New Delhi turun separuh lebih dari puncak 28.867 kasus pada 13 Januari dan lebih dari 80 persen ranjang rumah sakit di kota tersebut kosong, menurut data pemerintah.

"Mengingat jumlah kasus corona menurun, Kepala Menteri (NewDelhi) Arvind Kejriwal menyetujui usulan tersebut," kata pejabat yang meminta namanya dirahasiakan.

Baca Juga: Bangsal RS Penuh, Singapura Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Anak di Bawah 12 Tahun

Ilustrasi gedung-gedung di New Delhi, India. (Shutterstock)
Ilustrasi gedung-gedung di New Delhi, India. (Shutterstock)

Wakil gubernur setempat, yang harus menandatangani keputusan eksekutif pemerintah daerah, diperkirakan akan meninjau usulan tersebut dan menyetujuinya pada Jumat.

New Delhi menjadi salah satu episentrum pandemi COVID-19 di India selama dua tahun terakhir dan telah merasakan berbagai penguncian dan pembatasan sejak gelombang pertama.

Delhi menerapkan pembatasan jam malam mulai 4 Januari dan meminta sekolah-sekolah serta restoran ditutup selagi kasus yang disebabkan oleh varian Omicron mencuat.

Belum diketahui apakah pembatasan jam malam pada hari biasa juga bakal dihapus.

Massa di New Delhi pekan ini memprotes agar pembatasan COVID-19 dicabut.

Baca Juga: 543 Orang Dites, IBL 2022 Seri Pertama Nihil Kasus COVID-19

Pejabat setempat mengatakan bahwa kasus COVID-19 baru-baru ini lebih sedikit dengan sebagian besar masyarakat melakukan pemulihan di rumah.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar