Benarkah Musik Metal Baik Untuk Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Senin, 24 Januari 2022 | 09:32 WIB
Benarkah Musik Metal Baik Untuk Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya
Ilustrasi musik metal. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Mendengarkan musik dapat merespons atau merangsang kognitif otak manusia. Tapi, musik yang enak dan bisa membawa energi yang positif, sangat baik untuk kesehatan mental seseorang.

Salah satunya adalah musik metal, yang digambarkan sebagai musik keras yang disebut baik untuk kesehatan mental. Kok bisa?

Ternyata, genre heavy metal sangat bagus untuk mengurangi emosi negatif, serta mampu mengurangi kemarahan dan depresi seseorang. Mengutip dari Interesting Engineering, sebagian besar studi mengatakan bahwa musik heavy metal tidak menyebabkan depresi. Sebaliknya, musik ini bisa menjadi cara alternatif untuk mengurangi depresi.

Ada empat manfaat yang jarang orang ketahui tentang manfaat musik metal. Berikut ulasannya!

Bisa Memperkuat Hubungan Dengan Komunitas

Ilustrasi mendengarkan musik. [Unsplash]
Ilustrasi mendengarkan musik. [Unsplash]

Bagi Anda pecinta musik metal, pada saat Anda berkumpul dengan komunitas dan mencintai genre musik yang sama, itu bisa memperkuat hubungan Anda dengan komunitas pecinta metal. Maka dari itu, mendengarkan musik metal justru bisa menambah jaringan hubungan. Tak hanya itu, hubungan komunitas ini bisa menjadi cara untuk berbagi info, terutama tentang konser genre metal.

Bagus Untuk Kesehatan Otak

Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan musik yang disukai seperti metal dapat bermanfaat untuk kesehatan otak. Salah satunya kemampuan kognitif dan memori Anda. Studi ini menemukan, orang yang mendengarkan musik yang mereka sukai dapat bermanfaat untuk kesehatan otak, dibanding mereka yang tidak mendengarkan musik yang tidak disukai.

Baik Untuk Mengurangi Kemarahan

Terlepas dari klaim bahwa musik metal membuat seseorang menjadi kejam, penelitian menunjukkan sebaliknya. Studi mengatakan, musik seperti heavy metal sebenarnya dapat mengurangi kemarahan seseorang terhadap kekerasan. Bahkan, studi ini juga mengatakan, penggemar metal merasa lebih bahagia di masa muda, sehingga mereka bisa menyesuaikan diri di usia paruh baya.

Bermanfaat Untuk Mengurangi Stres

Tidak hanya musik metal saja, beberapa genre musik juga bisa mengurangi stres seseorang. Namun, ketika seseorang mendengarkan musik yang disukainya, terutama metal, dapat mengurangi stres sebesar 60 persen. Terlebih lagi, satu penelitian menunjukkan jika berpartisipasi aktif dalam membuat musik, ini bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan, dibanding hanya sekedar mendengarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Burnout, Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat, Jangan Terburu-buru Resign!

Apa Itu Burnout, Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat, Jangan Terburu-buru Resign!

Lifestyle | Minggu, 23 Januari 2022 | 08:18 WIB

Kesehatan Fisik dan Mental Karyawan Jadi Prioritas Banyak Perusahaan Saat Ini

Kesehatan Fisik dan Mental Karyawan Jadi Prioritas Banyak Perusahaan Saat Ini

Health | Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:25 WIB

Apa Itu Toxic Positivity? Berikut Pengertian, Contoh, dan Berbagai Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai

Apa Itu Toxic Positivity? Berikut Pengertian, Contoh, dan Berbagai Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai

Lifestyle | Jum'at, 21 Januari 2022 | 10:05 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB