facebook

Belajar dari Kasus Kematian Pasien Omicron, Dokter Paru Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Covid-19

Risna Halidi | Lilis Varwati
Belajar dari Kasus Kematian Pasien Omicron, Dokter Paru Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Covid-19
Warga berdiri di depan bilik vaksinasi usai mendapatkan vaksin COVID-19 dosis ketiga di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Rabu (12/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Salah satu pasien omicron yang meninggal dunia pada Sabtu (22/1) lalu diketahui belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 sama sekali.

Suara.com - Ketua POKJA Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan mengingatkan pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk mencegah perburukan infeksi, termasuk paparan virus corona varian omicron.

Ia mengungkapkan, salah satu pasien omicron yang meninggal dunia pada Sabtu (22/1) lalu diketahui belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 sama sekali. Sedangkan satu pasien lainnya yang meninggal telah divaksinasi, namun memiliki komorbid.

"Kita punya dua kasus yang meninggal, pertama adalah tidak divaksin, kedua yang meninggal sudah divaksin tapi punya komorbid lebih dari dua dan tidak terkontrol komorbidnya. Maka yang perlu kita waspadai sekarang adalah segera vaksinasi," kata Erlina dalam webinar PDPI, Senin (24/1/2022).

Berkaca dari kasus meninggal dunia pada pasien yang memiliki komorbid, dokter Erlina mengingatkan bahwa infeksi omicron tetap berisiko sebabkan perburukan gejala meskipun sudah divaksinasi, terutama pada kelompok lanjut usia.

Baca Juga: Produktif pada Masa Pandemi

"Kalau ada gejala yang mengarah ke omicron, seperti gejala nyeri tenggorokan, batuk, pilek, segera memeriksakan diri. Dan kalau terkonfirmasi positif, saya sarankan bagi yang lanjut usia dan punya komorbid, kesepakatan PDPI sebaiknya dirawat," ujarnya.

Sementara itu, vaksinasi juga sama pentingnya dalam penanganan Covid-19. Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta, itu menyampaikan bahwa vaksinasi dosis primer maupun dosis bisa mencegah paparan varian omicron.

Namun, vaksin tidak dapat berdiri sendiri dan harus sibarengi dengan disiplin lakukan protokol kesehatan. Hasil uji klinis membuktikan bahwa suntikan vaksin booster bisa meningkatkan titer antibodi.

Artinya, akan semakin banyak antibodi yang bisa menetralisir virus corona di dalam tubuh.

"Tetapi kita juga harus tahu bilamana paparan yang terjadi terus-menerus dan jumlah yang masuk lebih banyak, maka bisa jadi sistem imun kalah. Oleh sebab itu, vaksinasi tidak bisa berdiri sendiri. Penambahan booster itu adalah salah satu upaya meningkatkan imunitas, tapi jangan terlena kalau sudah booster sudah cukup. Orang yang tidak divaksinasi meskipun protokol kesehatannya ketat juga tidak cukup," pungkasnya.

Baca Juga: YG Entertainment Ungkap Lee Seung Hoon WINNER Positif Covid-19

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar