Studi Swedia: 50 Persen Pasien Covid-19 Mengalami Masalah Indera Penciuman yang Lama

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:10 WIB
Studi Swedia: 50 Persen Pasien Covid-19 Mengalami Masalah Indera Penciuman yang Lama
Ilustrasi pasien Covid-19 anosmia (Freepik)

Suara.com - Sejak awal masa pandemi, kehilangan penciuman secara tiba-tiba menjadi salah satu gejala Covid-19 yang dianggap tidak biasa. Meski sebagian pasien pulih dari kehilangan indera penciuman, sebagian lainnya tidak kembali normal.

Melansir Times of India, para ilmuwan dari Karolinska Institute Stockholm di Swedia, mulai melakukan tes komprehensif pada 100 orang yang tertular Covid-29 di gelombang pertama pandemi.

Temuan dari studi peer-review menunjukkan sekitar 18 bulan setelah pulih dari Covid-19, empat persen orang kehilangan indera penciumannya secara permanen.

Sepertiga lainnya memiliki kemampuan indera penciuman yang kurang, dan hampir setengahnya mengalami parosmia atau gangguan penciuman yang membuat penderitanya merasakan aroma yang tidak semestinya.

Tim penelitian menyimpulkan, sekitar 65 persen dari mereka yang pulih dari Covid-19 memiliki gejala kehilangan penciuman selama 18 bulan setelah tertular, dibanding 20 persen dari mereka yang tidak tertular virus.

"Mengingat jumlah waktu sejak gangguan awal pada sistem penciuman, kemungkinan masalah penciuman ini permanen," tulis studi menyimpulkan.

Di sisi lain, Badan Keamanan Kesehatan Inggris UK Health Security Agency mengatakan, penciuman yang hilang umum terjadi pada pasien yang tertular virus corona varian Omicron dibanding Delta.

Tetapi menurut pemimpin penelitian Johan Lundstrom, tidak ada data yang menunjukkan bahwa Omicron berkaitan dengan gejala parosmia.

Lebih lanjut, Johan mengatakan kehilangan penciuman yang parah dapat menyebabkan orang depresi dan mengubah pola makan mereka menjadi lebih buruk, sehingga menyebabkan berat badan bertambah.

"Ketika Anda tidak bisa mencium bau, yang bisa Anda rasakan hanyalah lima kualitas rasa dasar, sensasi taktil dan rempah-rempah," ungkapnya.

"Mereka mungkin tidak mendapatkan kembali 100 persen penciuman sebelumnya. Tetapi kebanyakan dari mereka, dengan melakukan latihan, penurunan indera penciuman tidak memengaruhi kualitas hidup mereka," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FKKMK UGM Hadirkan Kolaborasi Antarprofesi Tumbuhkan Budaya Kesehatan sejak Pandemi

FKKMK UGM Hadirkan Kolaborasi Antarprofesi Tumbuhkan Budaya Kesehatan sejak Pandemi

Jogja | Selasa, 25 Januari 2022 | 12:05 WIB

Waspada Varian Omicron, Pokja FKKMK UGM Berharap Balita Bisa Segera Divaksin Covid-19

Waspada Varian Omicron, Pokja FKKMK UGM Berharap Balita Bisa Segera Divaksin Covid-19

Jogja | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:42 WIB

Gejala Umum Virus Omicron yang Bisa Dikenali Menurut CDC

Gejala Umum Virus Omicron yang Bisa Dikenali Menurut CDC

Batam | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:41 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB