Mengenal Nocebo, Efek Samping setelah Suntikan Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:49 WIB
Mengenal Nocebo, Efek Samping setelah Suntikan Dosis Pertama Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pexels)

Suara.com - Sebuah studi menemukan efek paling merugikan dari dosis pertama vaksin Covid-19 adalah efek nocebo.

Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC), mengatakan efek nocebo setelah vaksin Covid-19 adalah lawan dari efek plasebo yang merupakan fenomena di mana kesehatan seseorang membaik setelah mendapatkan pengobatan tanpa manfaat terapeutik farmakologis.

Studi yang diterbitkan pada Jaringan Terbuka JAMA (Journal of the American Medical Association), menganalisis data dari 12 uji klinis vaksin Covid-19 yang mengumpulkan laporan tentang efek samping merugikan dari 22.578 penerima plasebo dan 22.802 penerima vaksin.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 35 persen penerima plasebo melaporkan efek samping sistemik, yang mana efeknya mempengaruhi seluruh tubuh, seperti demam.

Sakit kepala dan kelelahan adalah efek samping sistemik yang paling umum dilaporkan oleh penerima plasebo setelah suntikan dosis pertama.

Ilustrasi vaksin booster, Tanda Boleh Vaksin Booster (Freepik)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Freepik)

Sekitar 19,6 persen orang mengeluhkan sakit kepala setelah suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 dan 16,7 persen orang mengeluhkan kelelahan setelah suntikan pertama.

Tapi dilansir dari News Week, BIDMC melaporkan bahwa efek samping sistemik pada kelompok plasebo ini menurun hingga 32 persen setelah dosis kedua.

BIDMC menjelaskan efek samping yang terjadi ketika seseorang mengalami efek samping yang merugikan setelah menjalani pengobatan tanpa efek farmakologis.

Menurut sebuah studi Maret 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacology, Research & Perspectives, efek nocebo mengacu pada memburuknya gejala yang disebabkan oleh terapi palsu atau terapi aktif, serta mekanisme yang bersifat psikologis dan neurobiologis.

Sementara, efek plasebo dapat berdampak positif pada hasil pengobatan yang diberikan dan efek nocebo dapat berdampak negatif pada hasil pengobatan yang diberikan.

Tapi, efek nocebo ini bisa ditangani dengan mengontrol faktor situasional dan kontekstual, seperti informasi dan saran verbal, keyakinan mengenai perawatan kesehatan dan konsultasi dengan profesional medis, dan menghindari pemberitaan negatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Kasus Suntik Vaksin Kosong ke Anak SD di Medan

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Kasus Suntik Vaksin Kosong ke Anak SD di Medan

Sumut | Selasa, 25 Januari 2022 | 10:49 WIB

Dokter Viral Bantah Suntikkan Vaksin Kosong ke Anak SD di Medan

Dokter Viral Bantah Suntikkan Vaksin Kosong ke Anak SD di Medan

Sumut | Selasa, 25 Januari 2022 | 07:05 WIB

Studi Israel: 4 Dosis Vaksin COVID-19 Tingkatkan Kekebalan Lansia Hingga 3 Kali Lipat

Studi Israel: 4 Dosis Vaksin COVID-19 Tingkatkan Kekebalan Lansia Hingga 3 Kali Lipat

Health | Senin, 24 Januari 2022 | 23:05 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB