Peneliti Temukan Senyawa Cannabidiol Berpotensi Cegah Infeksi Covid-19, Bisakah Semua Jenis Ganja?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:25 WIB
Peneliti Temukan Senyawa Cannabidiol Berpotensi Cegah Infeksi Covid-19, Bisakah Semua Jenis Ganja?
Ilustrasi ganja sebagai bantuan medis (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti menganalisis bahan aktif dalam ganja yakni, cannabidiol (CBD) yang bisa membantu mencegah infeksi virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19.

Meski CBD dalam ganja ini potensial, peneliti memperingatkan bukan berarti semua jenis ganja bisa digunakan.

Apalagi masyarakat sampai membeli CBD di apotek atau dengan sengaja merokok ganja untuk cegah infeksi Covid-19.

Ini karena temuan ini hanya berlaku untuk jenis CBD dalam ganja yang sudah mendapat persetujuan BPOM AS, yakni FDA, obat yang biasa digunakan untuk obati gangguan kejang, bukan sembarang obat yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

Kepala Penelitian ini, Marsha Rosner mengatakan CBD dalam ganja yang dinilai ampuh cegah Covid-19 ini, tidak bisa menggantikan berbagai langkah pencegahan seperti pakai masker dan vaksinasi.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Rosner adalah peneliti kanker di University of Chicago yang fokus mempelajari respons sistem kekebalan tubuh.

Dalam penelitian tersebut, Rosner dan tim menyatakan senyawa CBD diharapkan bisa jadi alat tambahan untuk memerangi SARS CoV 2.

Apalagi dalam penelitian ditemukan senyawa itu bisa membantu tikus melawan Covid-19, termasuk ditemukan juga secara sugestif bahwa senyawa itu juga bisa membantu manusia melawan virus yang sama.

"Kami belum tahu apakah CBD bisa mencegah Covid-19, tetapi kami pikir hasil penelitian kami memberikan bukti kuat untuk melakukan uji klinis (pengujian pada manusia). Kami ingin uji klinis," ungkap Rosner mengutip Live Science, Rabu (26/1/2022).

Perlu diketahui, CBD berasal dari tanaman ganja. Senyawa ini tidak bekerja seperti tetrahydrocannabinol (THC), yakni bahan psikoaktif yang juga ada dalam ganja. Sedangkan CBD tidak menyebabkan kecanduan atau memicu efek nge-fly.

Kemampuan CBD ini juga dikonfirmasi Ahli Biokimia sekaligus Ilmuwan Nutrisi University of Waterloo Ontario, Robin Duncan.

Duncan yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut aktivitas biologis CBD yang mampu mengikat seribu reseptor di tubuh manusia, bisa bekerja sebagai suplemen kesehatan. Apalagi dampak CBD di dunia kesehatan telah teruji dan dibuktikan.

Adapun Ronsen menguji pada tikus, dengan cara usus tikus tersebut disuntik CBD murni setiap hari selama tujuh hari, kemudian saluran napas mereka disemprotkan SARS CoV 2 yang dosis dan rutenya bisa menyebabkan infeksi.

Kemudian pemberian CBD dilanjutkan selama empat hari setelahnya. Setelah 5 hari pengobatan, peneliti lantas mengukur viral load virus di saluran hidung dan paru-paru tikus.

Hasilnya dengan CBD dosis rendah viral load 4,8 kali lebih sedikit di paru-pari, 3,7 kali lebih sedikit di saluran hidung dibanding tikus yang tidak diobati.

Sedangkan pada tikus yang diberikan dosis CBD lebih tinggi, viral load 4,8 kali lebih sedikit di hidung, dan 40 kali lebih sedikit di paru-paru dibanding tikus yang tidak diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19 Sebut 96 Persen Pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet Sudah Sembuh

Satgas Covid-19 Sebut 96 Persen Pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet Sudah Sembuh

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 10:45 WIB

Kasus Covid-19 di Batam Terus Meningkat, 23 Orang Terkonfirmasi Positif Tersebar di 6 Kecamatan

Kasus Covid-19 di Batam Terus Meningkat, 23 Orang Terkonfirmasi Positif Tersebar di 6 Kecamatan

Batam | Rabu, 26 Januari 2022 | 10:35 WIB

Daftar 90 Sekolah Di Jakarta Tutup Usai Ratusan Guru Dan Siswa Terpapar Covid-19

Daftar 90 Sekolah Di Jakarta Tutup Usai Ratusan Guru Dan Siswa Terpapar Covid-19

Jakarta | Rabu, 26 Januari 2022 | 10:18 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB