facebook

Dear Calon Ibu, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Persiapan Kehamilan

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Dear Calon Ibu, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Persiapan Kehamilan
Ilustrasi Makan Sehat Persiapan Kehamilan. (Elements Envato)

Jangan biasakan baru menjaga kesehatan ketika Anda sudah dinyatakan hamil, karena itu dapat menimbulkan gangguan kehamilan.

Suara.com - Setiap calon ibu sangat disarankan untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya persiapan kehamilan. Pasalnya, jika Anda baru berupaya menjaga kesehatan setelah hamil, hal ini bisa menyebabkan gangguan kehamilan.

Hal ini dikonfirmasi oleh dokter Spesialis Bidan dan Kandungan dari RSU Kabupaten Tangerang, dr. Dhika Prabu Armadhanu, SpOG (K). Ia mengatakan bahwa calon ibu harus menjaga kondisinya bahkan sejak ia belum dinyatakan hamil.

Menurut dr. Dhika, gangguan kehamilan bisa terjadi saat banyak perempuan yang tidak menyadari dirinya mengidap anemia, kekurangan nutrisi yang sangat dibutuhkan agar janin berkembang di rahim.

“Kehamilan bagus itu juga tergantung terhadap plasentanya. Kalau plasenta ibu hamil bagus, pastinya kehamilan pun bagus. Supaya plasenta dalam kondisi baik ketika kehamilan, perlu perencanaan kehamilan sebelum pernikahan," ujar dr. Dhika mengutip rilis BukaReview, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Perlu Dipenuhi, Ini 6 Nutrisi untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Ia menambahkan, agar perkembangan janin sehat dengan maksimal, minimal calon suami istri harus sudah mempersiapkan diri tiga bulan sebelum pernikahan

"Paling tidak tiga bulan sebelum pernikahan, pasangan harus mulai merencanakannya. Calon ibu harus mendapatkan cukup nutrisi agar siap menghadapi kehamilan,” papar dr. Prabu.

Salah satu cara mengenali ibu hamil mengalami defisiensi nutrisi adalah ketika berat badannya tidak bertambah, bahkan mengalami penurunan, sedangkan janin bertambah berat.

Ibu hamil yang mengalami kurang gizi tidak hanya berisiko mengalami anemia atau preeklamsia, tetapi defisiensi nutrisi juga mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Ibu berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, melahirkan bayi prematur, dan juga menimbulkan risiko anak mengalami stunting.

Baca Juga: Alasan Kebersihan Mulut dan Gigi Penting: Terkait Penyakit Jantung dan Jadi Jalur Masuk Infeksi Covid-19

Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia 2021, stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia.

Meskipun angka stunting di Indonesia mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, jumlahnya masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar