facebook

BPOM Eropa Berikan Izin Penggunaan Darurat untuk Pil COVID-19 Buatan Pfizer

M. Reza Sulaiman
BPOM Eropa Berikan Izin Penggunaan Darurat untuk Pil COVID-19 Buatan Pfizer
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Uni Eropa memberikan izin penggunaan darurat untuk pil COVID-19 buatan Pfizer, di tengah peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron.

Suara.com - Uni Eropa memberikan izin penggunaan darurat untuk pil COVID-19 buatan Pfizer, di tengah peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron.

Mengutip ANTARA Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) pada Kamis (27/1) menyetujui dengan syarat penggunaan pil COVID-19 Pfizer untuk mengobati orang dewasa yang berisiko sakit parah.

"Komite obat-obatan manusia EMA merekomendasikan izin pemasaran bersyarat untuk obat antivirus oral Paxlovid sebagai obat COVID-19," kata badan Uni Eropa itu lewat pernyataan.

Pernyataan tersebut menuturkan bahwa Paxlovid disarankan untuk mengobati COVID-19 pada orang dewasa yang tidak menggunakan bantuan oksigen dan yang berisiko tinggi berpenyakit parah.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Melandai, Yunani Kembali Izinkan Bar dan Restoran Tampilkan Pertunjukan Musik

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Studi itu melibatkan pasien yang mayoritas terinfeksi varian Delta. Pil Pfizer juga diharapkan ampuh melawan Omicron dan varian yang lain, katanya.

"Izin pemasaran bersyarat digunakan sebagai prosedur otorisasi kilat untuk mempercepat izin penerbitan medis selama darurat kesehatan masyarakat di Uni Eropa," lanjutnya.

Pil antivirus COVID-19 Pfizer mengurangi kemampuan virus untuk berkembang biak di dalam tubuh.

Sementara itu  menurut data Worldometers, Kamis (28/1/2022) menunjukan 3,4 juta kasus baru dalam sehari di dunia. Kini total kasus Covid-19 dunia mencapai 366,5 juta. Di sisi lain, kasus meninggal juga bertambah 10 ribu orang, dari total 5,6 juta orang yang meninggal dunia.

Kini tersisa 71,1 juta kasus aktif atau orang yang bisa menularkan Covid-19, dengan 96.065 orang bergejala serius atau sedang kritis.

Baca Juga: 18 Pegawai KPK Positif Terpapar Covid-19

Berbeda dengan negara lain, ternyata Swedia putuskan tidak memberikan vaksin Covid-19 pada anak usia 5 hingga 11 tahun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar