Diduga Kena Covid-19, Remaja Lelaki Ini Alami Ereksi Terus Menerus Lebih dari Satu Hari

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 29 Januari 2022 | 19:30 WIB
Diduga Kena Covid-19, Remaja Lelaki Ini Alami Ereksi Terus Menerus Lebih dari Satu Hari
Ilustrasi ereksi (Pixabay/derneumann)

Suara.com - Covid-19 tidak hanya akan memengaruhi sistem pernapasan, tetapi organ lainnya, termasuk penis. Pada November lalu, sekelompok ahli urologi mengatakan infeksi virus corona menyebabkan disfungsi ereksi pada beberapa pasien pria.

Kini, Covid-19 dapat menyebabkan ereksi terus menerus (priapismus) pada seorang remaja laki-laki.

Priapismus iskemik merupakan kondisi yang diakibatkan oleh darah tidak dapat keluar dari penis. Apabila tidak diobati, ini dapat menyebabkan kematian jaringan atau disfungsi ereksi.

Kasus ini tercatat pada laporan baru yang terbit dalam jurnal Urology. Seorang petugas medis di Wina, Austria, melaporkan adanya kasus priapismus pada seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.

Remaja tersebut mengalami ereksi selama lebih dari satu hari, membuatnya sangat kesakitan.

ilustrasi pria ereksi (Shutterstock)

Dokter menggunakan jarum untuk menusuk penis sehingga darah mengalir sebagian. Namun, ternyata cara ini tidak berhasil dan menjadi terlalu menyakitkan untuk anak tersebut.

Dalam 24 jam kemudian, sang remaja kembali mengalami priapismus berulang, meski dirinya tidak mengalami rasa sakit apa pun.

Sang anak pun diharuskan menjalani pemindaian, dan terlihat adanya pembekuan darah di corpora cavernosa, jaringan spons di batang penis yang terisi darah penyebab ereksi.

Pada akhirnya, para dokter mengatasi masalah tersebut dengan memberi kompres es dan kompresi pada perineum, area kulit antara penis dan anus, lapor The Sun.

baca juga

Sekali lagi, tiga hari kemudian sang anak kembali mengalami ereksi dengan rasa sakit yang khas.

Setelah merawatnya, dokter meujuknya ke spesialis untuk memastikan bahwa dia tidak memiliki kelainan darah, seperti penyakit sel sabit, yang mungkin berada di balik masalah berulang.

Petugas medis mengatakan tidak ada penyebab lain yang masuk akal selain Covid-19. Sebab, remaja itu pertama kali terkena infeksi tujuh minggu sebelum kejadian dan saat di rumah sakit, yang menandakan anak itu tertular lagi.

Covid-19 juga dapat meningkatkan kecenderungan darah untuk menggumpal. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ih Ngeri Amat! Suami Tak Bisa Ereksi, Istri Nekat Masukkan Bahan Bangunan ke Penis

Ih Ngeri Amat! Suami Tak Bisa Ereksi, Istri Nekat Masukkan Bahan Bangunan ke Penis

Health | Selasa, 25 Januari 2022 | 10:50 WIB

Disfungsi Ereksi adalah Kondisi yang Patut Diwaspadai Pria, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Disfungsi Ereksi adalah Kondisi yang Patut Diwaspadai Pria, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Health | Senin, 17 Januari 2022 | 12:13 WIB

Benarkah Konsumsi Kopi Bisa Turunkan Risiko Disfungsi Ereksi? Ini Faktanya

Benarkah Konsumsi Kopi Bisa Turunkan Risiko Disfungsi Ereksi? Ini Faktanya

Health | Senin, 10 Januari 2022 | 03:10 WIB

Terkini

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10.000 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10.000 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:17 WIB

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:15 WIB

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:05 WIB

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:03 WIB

×