Merasa Enggan Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Anda Mengidap Gangguan Kepribadian Schizoid

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 06 Februari 2022 | 09:40 WIB
Merasa Enggan Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Anda Mengidap Gangguan Kepribadian Schizoid
Ilustrasi menyendiri. [Unsplash]

Suara.com - Tidak semua orang dapat membaur dengan orang lain secara mudah. Terlebih bagi seseorang yang memiliki gangguan kepribadian skizoid atau Schizoid Personality Disorder (SZPD).

Gangguan kepribadian skizoid (SZPD) biasanya ditandai dengan isolasi dan ketidakterikatan dengan orang lain atau dunia luar.

Kepribadian ini cukup jarang terjadi, namun orang yang memilikinya akan merasakan:

  • Kurangnya motivasi untuk membentuk hubungan dengan orang lain
  • Lebih senang fokus pada dunia fantasi internal
  • Melakukan berbagai cara untuk menghindari situasi yang memerlukan interaksi dengan orang lain
  • Merasa stres atau mati rasa secara emosional ketika perlu terlibat dengan orang lain

Berdasarkan Insider, Schizoid berbeda dengan penyendiri atau sifat introvert.

Ketika seorang introvert akan tetap senang untuk terhubung dengan orang ketika membutuhkannya, orang dengan Schizoid biasanya akan kesulitan untuk melakukan interaksi sosial.

Ilustrasi Introvert. (unsplash.com/@anthonytran)
Orang menyendiri (unsplash.com/@anthonytran)

Pengidapnya bisa mengorbankan peluang karir, kegiatan yang menyenangkan, atau kesehatan emosional karena tidak nyaman di sekitar orang lain.

Beberapa tanda dari Schizoid bisa meliputi:

1. Hampir tidak ada hubungan sosial atau orang yang dipercaya

Pengidap gangguan ini hanya meiliki beberapa orang untuk berinteraksi secara teratur. Berada di sekitar orang lain hanya akan membuatnya lelah, jadi kemungkinan akan menghindari kesempatan untuk menjalin pertemanan atau interaksi.

2. Preferensi yang kuat untuk berkegiatan seorang diri

Orang dengan gangguan ini lebih suka melakukan segala hal seorang diri daripada pergi keluar dengan orang lain.

3. Ketidaktertarikan pada keintiman

Pikiran untuk bergentung pada orang lain demi kebutuhan emosional atau seksual tidak menarik bagi pengidap. Mereka mungkin merada lebih mudah terikat pada hewan, objek, atau katakter fantasi daripada manusia.

4. Kesulitan menunjukkan emosi di depan orang lain

Pengidap kemunginan kesulitan dalam mengidentifikasi perasaannya sendiri atau mengungkapannya ke orang lain.

Jika seseorang mengalami emosi yang kuat di sekitarnya, seperti kegembiraan, kemarahan, atau kesedihan, pengidap mungkin secara emosional "menutup diri" atau merasakan keinginan yang kuat untuk meninggalkan situasi tersebut.

Jika seseorang mengidentifikasi sebagian besar dari tanda-tanda tersebut, kemungkinan ia menderita Schizoid. Namun, perlu diingat bahwa hanya profesional kesehatan mental yang dapat secara resmi mendiagnosis Schizoid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Kepribadian: Apa Prinsip Hidup yang Kamu Yakini?

Tes Kepribadian: Apa Prinsip Hidup yang Kamu Yakini?

Lifestyle | Sabtu, 05 Februari 2022 | 06:50 WIB

Hati-hati Buka Kartu, Tes Kepribadian Ini Bisa Ungkap Sisi Tergelapmu yang Mengerikan

Hati-hati Buka Kartu, Tes Kepribadian Ini Bisa Ungkap Sisi Tergelapmu yang Mengerikan

Lifestyle | Jum'at, 04 Februari 2022 | 06:10 WIB

Tes Kepribadian: Apa yang Kamu Harapkan di Bulan Baru Ini?

Tes Kepribadian: Apa yang Kamu Harapkan di Bulan Baru Ini?

Lifestyle | Kamis, 03 Februari 2022 | 07:24 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB