Hadeh, Dokter Ungkap Masih Banyak Masyarakat Percaya 'Orang Pintar' Bisa Pindahkan Kanker ke Kambing

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 08 Februari 2022 | 17:50 WIB
Hadeh, Dokter Ungkap Masih Banyak Masyarakat Percaya 'Orang Pintar' Bisa Pindahkan Kanker ke Kambing
Ilustrasi kambing (Shutterstock)

Suara.com - Keterlambatan pengobatan jadi salah satu penyebab risiko kematian akibat kanker paru meningkat. Sayangnya, hingga sekarang juga kebanyakan pasien kanker di Indonesia yang datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut.

"Dari penelitian kita di RS Persahabatan, pasien umumnya sudah stadium lanjut, kalau tidak diobati sangat pendek (harapan hidup). Tapi kalau dia datang dalam kondisi masih bisa diobati itu akan memanjang (harapan hidupnya)," kata Direktur Eksekutif Research of Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO) Prof. dr. Elisna Syahruddin, Sp.P(K)., dalam diskusi virtual, Selasa (8/2/2022).

Pasien kanker paru yang sudah mencapai stadium 4 dan hanya menjalani pengobatan kemoterapi, sekitar 50 persen memiliki angka harapan hidup hingga 10 bulan. 

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"Itu sudah lumayan, kalau tidak diobati hanya 3 bulan. Jika sudah meta di otak itu hanya 3 bulan. Kanker paru ini mengglobal, karakteristiknya berbeda tapi hasil outcome hampir sama di seluruh dunia," imbuhnya.

Dokter Elisna menyebutkan, ada dua tipe karakteristik pasien kanker di Indonesia. Pertama, tidak mau diobati secara medis. Kedua, sudah tidak bisa lagi diobati secara medis karena sudah terlambat dan kondisi tidak memenuji syarat klinis.

"Ada sebagian besar tidak mau diobati. (Penyebabnya) karena hoaks. Dia kan bertanya kepada 'orang pintar'. 'Orang pintar' yang bisa pisahkan kanker ke kambing. Kan kasihan kambingnya. Itu masih banyak yang seperti itu," ujarnya.

Selain itu, sistem pengobatan kanker di Indonesia juga dinilai masih terlalu lamban dibandingkan dengan negara lain. 

"Ketika orang sakit kanker, kalau di luar negeri  pasien punya hak prerogratif untuk memutuskan diobati atau tidak. Tapi di Indonesia harus putusan keluarga besar. Itu yang sering membuat orang terlambat," pungkasnya. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sembuh dari Kanker, Ari Lasso Diizinkan Pihak Rumah Sakit Pulang ke Rumah

Sembuh dari Kanker, Ari Lasso Diizinkan Pihak Rumah Sakit Pulang ke Rumah

Entertainment | Selasa, 08 Februari 2022 | 13:42 WIB

Lagi Berjuang Melawan Kanker, Park So Dam Dinyatakan Positif Corona

Lagi Berjuang Melawan Kanker, Park So Dam Dinyatakan Positif Corona

Entertainment | Selasa, 08 Februari 2022 | 10:47 WIB

Dinyatakan Bersih dari Sel Kanker, Ari Lasso 6 Kali Jalani Kemoterapi

Dinyatakan Bersih dari Sel Kanker, Ari Lasso 6 Kali Jalani Kemoterapi

Banten | Selasa, 08 Februari 2022 | 09:55 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×