7 Tanda Mengalami Burnout, Termasuk Jadi Mudah Menangis

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 09 Februari 2022 | 13:29 WIB
7 Tanda Mengalami Burnout, Termasuk Jadi Mudah Menangis
Ilustrasi burnout (pexels)

Suara.com - Burnout kerap disalahartikan sebagai respons stres. Padahal burnout merupakan sindrom yang berkembang sebagai respons dari kondisi kerja yang merugikan.

Burnout terjadi karena adanya tekanan pekerjaan yang terlalu banyak. Inilah yang membuat risiko burnout seseorang akan lebih tinggi, bahkan bisa berakhir depresi.

Masalah ini tentu menyebabkan seseorang mengalami kelelahan emosional, depersonalisasi, dan pencapaian yang kurang karena tekanan yang dirasakan.

Menurut Konsultan Dermatologis, Kosmetik dan Ahli Bedah Kulit The Esthetic Clinics, Dr. Rinky Kapoor, kelelahan merupakan perasaan terkuras dan berada di bawah tekanan konstan untuk waktu yang lebih lama.

Meski burnout terjadi secara perlahan, ia mengatakan gejala kondisi ini kerap sulit dikenali. Efek burnout dapat dilihat dari aspek kehidupan fisik, emosional, serta mental seseorang.

Sementara itu, ada tujuh tanda kelelahan yang dialami individu saat mereka mengalami burnout. Simak ulasannya berikut ini seperti yang dilansir dari HealthShots.

1. Hilang Minat
Tidak tertarik atau bersemangat tentang pekerjaan atau kehidupan keluarga. Individu yang mengalami burnout juga merasakan hidup tanpa tujuan.

2. Pelupa
Orang yang mengalami burnout juga kerap mudah berhenti berusaha dalam melakukan segala tugas. Mereka juga jadi sering menjadi pelupa.

3. Malas
Seorang yang mengalami burnout biasanya kurang memerhatikan kebutuhan dasar individu, seperti kebersihan pribadi, makan, kebersihan dan cara pakaian, dan kebutuhan medis lainnya.

baca juga

4. Lelah 
Mereka biasanya merasakan lelah yang berlebihan, bahkan saat melakukan aktivitas biasa seperti menyikat gigi atau melakukan tugas yang lebih besar.

5. Tak Bersemangat
Seseorang yang mengalami burnout biasanya mudah kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, mudah marah, mati rasa, dan memiliki toleransi frustasi yang rendah.

6. Kewalahan
Tak hanya rasa lelah yang muncul, mereka yang mengalami burnout juga mudah merasa kewalahan dengan banyak hal di dunia. Merek juga jadi lebih mudah menangis.

7. Cepat Sakit
Pengidap burnout mudah menderita berbagai masalah kesehatan mulai dari sulit tidur, sakit kepala, kulit berjerawat, rambut rontok, nyeri dada, jantung berdebar, masalah pencernaan, dan ketegangan otot.

"Langkah pertama untuk mengatasi burnout adalah dengan mengenali gejalanya, dan berkonsultasi dengan dokter. Ingat, bahwa kelelahan lebih dari sekedar stres, dan jangan disamakan dengan penyakit mental," pungkas Dr. Rinky Kapoor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Aplikasi yang Menyenangkan untuk Melatih Otak, Cobain Sekarang!

3 Aplikasi yang Menyenangkan untuk Melatih Otak, Cobain Sekarang!

Your Say | Selasa, 08 Februari 2022 | 07:15 WIB

Doa Stres, Curhat ke Allah SWT Saja Kalau Pikiran Lagi Kacau, Insya Allah Beres Semua

Doa Stres, Curhat ke Allah SWT Saja Kalau Pikiran Lagi Kacau, Insya Allah Beres Semua

Bogor | Senin, 07 Februari 2022 | 13:51 WIB

5 Manfaat Menangis untuk Kesehatan Mental yang Harus Kamu Ketahui

5 Manfaat Menangis untuk Kesehatan Mental yang Harus Kamu Ketahui

Your Say | Senin, 07 Februari 2022 | 11:39 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×