Pernah Positif Covid-19, Masih Mungkinkah Terinfeksi Varian Omicron? Pakar Ungkap Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika

Senin, 14 Februari 2022 | 11:13 WIB
Pernah Positif Covid-19, Masih Mungkinkah Terinfeksi Varian Omicron? Pakar Ungkap Penjelasannya
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Suara.com - Virus corona varian omicron masih menjadi kekhawatiran bagi banyak negara. Mutasi yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini telah menyebar ke sekitar 171 negara.

Kondisi itu dimungkinkan karena omicron disebut-sebut punya karakteristik penularan yang lebih cepat. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) bahkan mengatakan perbandingan penularan omicron dengan varian lainnya cukup drastis.

"Datanya (menunjukkan) lebih menular, penularan dalam 10 minggu itu sudah 90 juta kasus. Selama 1 tahun 90 juta kasus di 2020 dan di omicron cuma 10 minggu ada 90 juta kasus," kata Tjandra Yoga dalam diskusi terkait Situasi Terkini Covid-19 dan Solusinya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa secara data, kasus omicron memang lima kali lebih menular dari varian delta. Meski demikian, data yang ada sejauh ini menunjukkan bahwa virus corona varian omicron tidak selalu mengalami keparahan, terutama bagi mereka yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Omicron 10-20 persen sedang ringan dan ada juga yang berat hingga menyebabkan kematian, walaupun presentasinya sangat kecil," kata dia.

Selain itu, Tjandra mengatakan bahwa kemungkinan reinfeksi atau infeksi ulang terkait dengan virus corona varian omicorn juga masih ada. Hal tersebut karena varian omicron ini bisa menembus imunitas

"Varian omicron ini bisa menembus imunitas pada orang yang sudah pernah sakit. Makanya upaya pencegahan menjadi satu hal yang penting," kata Tjandara.

Lebih lanjut, Tjandra juga mengatakan bahwa varian omicron juga bisa menembus orang yang telah mendapatkan dua dosis vaksin. Ia mengatkan bahwa semakin hari efikasi dari vaksin bisa menjadi turun untuk menurunkan gejala.

"Turun bs 50-70 persen, lalu setelah diberi booster efikasi naik lagi.efikasi perlindungan naik lagi. Indonesia sejak januari lalu juga sudah melaksanakan vaksin booster," kata dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Hong Kong Dihantam Gelombang Kelima

Update Covid-19 Global: Hong Kong Dihantam Gelombang Kelima

Health | Senin, 14 Februari 2022 | 11:02 WIB

CDC Sebut Efektivitas Booster dari Pfizer dan Moderna Turun dalam Empat Bulan

CDC Sebut Efektivitas Booster dari Pfizer dan Moderna Turun dalam Empat Bulan

Health | Senin, 14 Februari 2022 | 10:44 WIB

Terpopuler: Ketua Satgas IDI Sebut RI Belum Capai Puncak Gelombang Ketiga Hingga Nyeri Punggung Perempuan Hamil

Terpopuler: Ketua Satgas IDI Sebut RI Belum Capai Puncak Gelombang Ketiga Hingga Nyeri Punggung Perempuan Hamil

Health | Senin, 14 Februari 2022 | 10:38 WIB

Terkini

Program SPHP, Bulog Siap Salurkan 150 Ribu Ton SPHP Jagung hingga Akhir 2026

Program SPHP, Bulog Siap Salurkan 150 Ribu Ton SPHP Jagung hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:05 WIB

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

News | Senin, 14 September 2026 | 11:01 WIB

Peta Mobil Terlaris Terbaru Agustus 2026: Tahta Zenix Digusur, Daihatsu Gran Max Puncak

Peta Mobil Terlaris Terbaru Agustus 2026: Tahta Zenix Digusur, Daihatsu Gran Max Puncak

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:00 WIB

7 Cara Mengetahui Apakah Suatu Lipstik Mengandung Timbal, Waspadai Ciri Ini

7 Cara Mengetahui Apakah Suatu Lipstik Mengandung Timbal, Waspadai Ciri Ini

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:59 WIB

Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada

Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 10:56 WIB

Sudah Lewat Delapan Gubernur, Pramono Targetkan Jalan Tembus Pasar Minggu Tuntas 2027

Sudah Lewat Delapan Gubernur, Pramono Targetkan Jalan Tembus Pasar Minggu Tuntas 2027

News | Senin, 14 September 2026 | 10:54 WIB

Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin

Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 10:52 WIB

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:51 WIB

×