CDC Sebut Efektivitas Booster dari Pfizer dan Moderna Turun dalam Empat Bulan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 14 Februari 2022 | 10:44 WIB
CDC Sebut Efektivitas Booster dari Pfizer dan Moderna Turun dalam Empat Bulan
Foto oleh cottonbro dari Pexels

Suara.com - Penelitian baru oleh Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau CDC menemukan efektivitas vaksin booster Covid-19 Pfizer/BioNTech dan Moderna akan menurun dalam waktu empat bulan.

Meski begitu, CDC menekankan kedua vaksin tersebut aman dan menawarkan perlindungan tingkat tinggi terhadap risiko gejala parah infeksi Covid-19.

Bukti berkurangnya perlindungan itu memperkuat pentingnya pertimbangan lebih lanjut terhadap dosis tambahan untuk meningkatkan perlindungan terhadap risiko rawat inap.

Penelitin itu diterbitkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report CDC. Para ilmuwan meneliti efektivitas vaksin Covid-19 terhadap potensi rawat inap di antara orang dewasa di Amerika Serikat yang telah divaksinasi penuh dua dosis juga penerima dosis ketiga.

Mereka menggunakan data 241.204 pasien Covid-19 yang mendapatkan perawatan darurat dan 93.408 rawat inap di 10 negara bagian selama 26 Agustus 2021 hingga 22 Januari 2022.

Data menunjukkan bahwa efektivitas vaksin terhadap risiko perawatan gawat darurat dan rawat inap lebih tinggi setelah dosis ketiga dibandingkan pada periode setelah dosis kedua. Tetapi potensi itu berkurang seiring waktu.

Terlebih dengan hadirnya varian Omicron yang dominan di Amerika Serikat. Sebelumnya, efektivitas vaksin untuk mengurangi perawatan darurat mencapai 87 persen. Sementara untuk mengurangi rawat inap, efektivitasnya hingga 91 persen.

Setelah varian Omicron menyebar ke Amerika Serikat pada akhir November, efektivitas vaksin ditemukan turun menjadi masing-masing 66 persen dan 78 persen, data CDC menunjukkan.

Studi CDC lainnya menganalisis data keamanan pada suntikan booster Covid-19 yang dilaporkan ke Sistem Pelaporan Kejadian Buruk Vaksin pemerintah federal selama September 2021 hingga Februari 2022 terhadap 721.562 orang dewasa.

baca juga

Studi itu menemukan bahwa dosis booster vaksin virus corona tetap aman. Mereka yang mendapatkan booster vaksin dengan jenis sama, cenderung memiliki reaksi lebih sedikit dibandingkan dengan dosis kedua.

"Penyedia vaksin harus mendidik pasien bahwa reaksi lokal dan sistemik diharapkan terjadi setelah booster vaksin mRNA Covid-19 homolog. Namun, reaksi ini lebih jarang terjadi daripada yang mengikuti dosis seri primer kedua," tulis para peneliti dari CDC, sebagaimana diberitakan CNN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Ketua Satgas IDI Sebut RI Belum Capai Puncak Gelombang Ketiga Hingga Nyeri Punggung Perempuan Hamil

Terpopuler: Ketua Satgas IDI Sebut RI Belum Capai Puncak Gelombang Ketiga Hingga Nyeri Punggung Perempuan Hamil

Health | Senin, 14 Februari 2022 | 10:38 WIB

Ada Sekolah Nekat Gelar PTM dengan Alasan Didesak Orang Tua Siswa, Disdikpora Cianjur Ancam Cabut Izin

Ada Sekolah Nekat Gelar PTM dengan Alasan Didesak Orang Tua Siswa, Disdikpora Cianjur Ancam Cabut Izin

Jabar | Senin, 14 Februari 2022 | 10:36 WIB

Update: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.759 Pasien Positif COVID-19, BOR 45 Persen

Update: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.759 Pasien Positif COVID-19, BOR 45 Persen

News | Senin, 14 Februari 2022 | 09:38 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×