Epidemiolog Sebut Ada Kekacauan Data Covid-19, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Rabu, 16 Februari 2022 | 15:10 WIB
Epidemiolog Sebut Ada Kekacauan Data Covid-19, Kemenkes Ungkap Penyebabnya
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Jumat (29/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan adanya keterlambatan data kasus Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan kasus tiga hari berturut-turut 12 hingga 14 Februari 2022.

Perlu diketahui data Kemenkes per 12 Februari 2022 ditemukan 55.209 kasus baru, lalu menurun 44.526 kasus di 13 Februari, dan kembali menurun di 36.501 kasus pada 14 Februari.

Tapi pada 15 Februari kasus baru kembali melonjak drastis, dengan 57.049 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dijelaskan Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi bahwa keterlambatan data ini karena banyak laboratorium yang tidak langsung memasukan data kasus Covid-19 ke sistem New All Record (NAR) milik Kemenkes.

Seorang siswa peserta PTM di Kota Cimahi mengikuti tes PCR acak. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Seorang siswa peserta PTM di Kota Cimahi mengikuti tes PCR acak. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Ini betul sekali ada data yang baru dimasukan di hari selasa kemarin, karena ada akumulasi data sabtu minggu yang belum di upload karena satu dan lain hal. Beberapa laboratorium tidak langsung mengupload data tersebut," ujar Nadia saat konferensi pers, Rabu (16/2/2022).

Nadia menambahkan, keterlambatan data ini akhirnya menyebabkan bukan hanya menimbulkan pola meragukan di grafik perkembangan Covid-19, tapi juga keterlambatan layanan telemedicine pasien Covid-19 yang seharusnya segera mendapatkan paket obat atau konsultasi medis.

"Jadi kalau dikatakan kekacauan data, ini memang ada keterlambatan dari entry di hari Sabtu dan Minggu," ungkap Nadia.

Meski begitu Nadia memastikan bahwa pemerintah tetap memastikan surveilans berupa testing dan tracing tetap dilakukan. Sehingga Kemenkes memperingatkan daerah untuk terus mendorong pemerintah daerah segera memenuhi target tracing dan testing sesuai dengan level PPKM 3 yang sedang berlaku saat ini.

"Kita mendorong Pemda mencapai target karena di dalam level PPKM, itu juga mencakup indikator testing dan tracing, menjadi salah satu yang kita pantau," tutup Nadia.

Baca Juga: Rumah Gadang dan Orang Minang Perantauan Jadi Saksi Kebaikan Dorce Gamalama Terhadap Warga

Sebelumnya Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono menilai adanya kekacauan data kasus konfirmasi positif Covid-19 Indonesia beberapa hari belakangan.

Hal ini karena tidak selarasnya kenyataan di lapangan dengan potret kasus yang dipublikasi pemerintah. Karena ditemukan masih banyaknya masyarakat yang mengantri tes antigen dan PCR di beberapa laboratorium atau klinik.

"Data hari ini, Minggu dan Sabtu itu aneh, saya melihat meningkat jauh, dan Senin menurun. Saya melihat ada reporting bias, jadi tidak bisa melihat trennya seperti apa," ujar Tri Yunis saat dihubungi suara.com, beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI