Pelajaran Biologi: Dua Teori Asal Usul Makhluk Hidup di Bumi

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 17 Februari 2022 | 11:47 WIB
Pelajaran Biologi: Dua Teori Asal Usul Makhluk Hidup di Bumi
Ilustrasi Asal Usul Makhluk Hidup (Freepik)

Suara.com - Dalam ilmu biologi, terdapat teori asal usul kehidupan yang bertujuan untuk mengungkap dari mana makhluk hidup muncul di bumi.

Sejak zaman dahulu, beberapa ahli sudah mengeluarkan berbagai pendapat mengenai hal tersebut. Pada akhirnya, terdapat beberapa teori yang menjelaskan bagaimana makhluk hidup muncul hingga akhirnya terus berkembang biak dan jadi seperti sekarang.

Dikutip dari Ruang Guru, berikut sejumlah teori mengenai asal usul kehidupan di bumi.

1. Teori Abiogenesis (generatio spontanea)

Teori abiogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Pendapat itu muncul karena orang-orang pada zaman dulu mendapatkan fakta dari hal yang dilihat saja. Bagaimana orang pada masa itu menganggap ikan dan katak berasal dari lumpur karena melihat hewan itu muncul dari lumpur.

Penganut teori abiogenesis terdiri dari beberapa ilmuwan masa lampau, seperti Aristoteles (384-322 SM), kemudian seorang ilmuwan Belanda Antony an Leuwenhoek, pada tahun 1677, ikut mendukungnya. Melalui mikroskopnya, Antony memerlihatkan bahwa makhluk renik berasal dari jerami yang direndam. Namun pada abad ke-19, teori abiogenesis disanggah.

2. Teori Biogenesis

Teori biogenesis adalah teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain. Adapun para ilmuwan yang mengemukakan teori ini Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Mereka melakukan pengamatan tersendiri yang lebih terencana dan terstruktur.

a. Percobaan Francesco Redi

Francesco Redi menjadi orang pertama yang melakukan percobaan untuk menyanggah teori abiogenesis. Redi membuat percobaan dengan memasukkan daging ke dalam dua toples. Satu toples tanpa penutup dan satu toples lainnya dengan penutup.

Setelah beberapa hari diamati, muncul larva di daging dalam toples yang terbuka. Sementara daging di toples yang tertutup bersih. Redi pun berkesimpulan bahwa belatung tersebut berasal dari lalat-lalat yang masuk ke dalam toples dan bertelur di sana. Tidak berhenti sampai di situ, Redi kembali membuat percobaan untuk meyakinkan kesimpulannya.

Dia memodifikasi toples yang digunakan dengan membuat tutup yang terbuat dari kain kassa. Hal itu dia lakukan agar udara dari luar bisa masuk dan terjadi pembusukan daging, tetapi lalat tidak dapat masuk sehingga mencegah munculnya telur lalat. Hasilnya, daging tersebut membusuk dan tidak ada larva yang lahir.

b. Percobaan Lazzaro Spallanzani

Hampir mirip dengan percobaan yang dilakukan oleh Redi, Spallanzani berusaha membuktikan bahwa munculnya organisme berasal dari organisme lain yang hidup. Spallanzani melakukan pengujian dengan memanaskan air kaldu (rebusan daging) di dua tempat yang berbeda.

Setelah dipanaskan, masing-masing wadah diberikan kondisi yang berbeda. Wadah pertama diberi penutup, sementara wadah satunya dibiarkan terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memahami Bagaimana Proses Fotosintesis Berlangsung pada Tumbuhan

Memahami Bagaimana Proses Fotosintesis Berlangsung pada Tumbuhan

Your Say | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:06 WIB

3 Unsur Pembentuk Keteraturan Sebuah Ekosistem Ini Penting untuk Diketahui

3 Unsur Pembentuk Keteraturan Sebuah Ekosistem Ini Penting untuk Diketahui

Your Say | Senin, 07 Februari 2022 | 12:31 WIB

Pelajaran Biologi: 3 Perbedaan Aneka Ragam Hayati Beserta Contohnya

Pelajaran Biologi: 3 Perbedaan Aneka Ragam Hayati Beserta Contohnya

Health | Senin, 31 Januari 2022 | 15:38 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB