Hati-hati, Rasa Sakit di 3 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Varian Omicron

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 19 Februari 2022 | 07:00 WIB
Hati-hati, Rasa Sakit di 3 Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Varian Omicron
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Batuk terus-menerus, kehilangan indra perasa dan penciuman serta demam tinggi merupakan gejala umum virus corona Covid-19. Tapi, varian Omicron bisa menyebabkan gejala yang berbeda.

Gejala varian Omicron lebih menyerupai gejala pilek, yakni flu, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

Kini, varian Omicron pun merupakan varian virus corona Covid-19 yang paling dominan. Namun, varian Omicron ini tergolong lebih ringan dibandingkan varian virus corona lainnya.

Vaksin Covid-19 yang tersedia sekarang pun mampu melindungi diri dari varian Omicron. Bahkan, para ahli pun berulang kali mengingatkan pentingnya vaksinasi.

Dr Charu Dutt Arora, dari Rumah Sakit Asian Institute of Medical Sciences di Faridabad, India, menjelaskan virus itu bisa mengaktifkan reseptor rasa sakit di tubuh.

Infeksi virus corona Covid-19 ini merangsang pelepasan hormon yang disebut sitokin, yang menyebabkan peradangan.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

“Sitokin mengarah pada pembentukan prostaglandin yang dikenal sebagai E2, yang mengaktifkan semua reseptor rasa sakit di tubuh," kata Dr Arora dikutip dari The Sun.

Hal ini seperti jalur sinyal dari sitokin ke prostaglandin E2 yang mengaktifkan jalur nyeri. Hal itulah yang menyebabkan ada 3 bagian tubuh yang terasa sakit ketika Anda terinfeksi varian Omicron.

Selain gejala yang menyerupai pilek, berikut ini rasa sakit di 3 bagian tubuh yang perlu diwaspadai sebagai gejala varian Omicron.

1. Sakit punggung bawah

Nyeri punggung bawah ditandai sebagai ciri varian Omicron pada Desember 2021. Tapi, penelitian membutuhkan beberapa waktu untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Kini, studi gejala Covid-19 ZOE mencantumkan nyeri punggung bawah sebagai salah satu dari 20 gejala virus teratas saat ini.

2. Sakit kepala

Studi ZOE juga menemukan bahwa sakit kepala sangat umum bagi mereka yang terinfeksi virus corona Covid-19, yang mempengaruhi sekitar 67 persen dari mereka yang terinfeksi.

Jika Anda mengalami sakit kepala saja, itu mungkin bisa disebabkan oleh banyak hal. Tapi, sakit kepala yang disertai kelelahan, bersin dan lainnya bisa jadi gejala virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Ciri-ciri Gejala Varian Omicron dan Pencegahannya yang Wajib Diketahui

5 Ciri-ciri Gejala Varian Omicron dan Pencegahannya yang Wajib Diketahui

Health | Jum'at, 18 Februari 2022 | 19:35 WIB

Masyarakat Tak Perlu Takut, Siti Fadilah: Omicron Rasanya seperti Masuk Angin

Masyarakat Tak Perlu Takut, Siti Fadilah: Omicron Rasanya seperti Masuk Angin

Riau | Jum'at, 18 Februari 2022 | 17:42 WIB

Pernah Positif Covid-19 Varian Delta, Masih Mungkin Enggak Sih Terinfeksi Omicron? Begini Penjelasan Studi

Pernah Positif Covid-19 Varian Delta, Masih Mungkin Enggak Sih Terinfeksi Omicron? Begini Penjelasan Studi

Health | Jum'at, 18 Februari 2022 | 18:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB