Sama-Sama Hormon 'Bahagia', Cara Kerja Serotonin dan Dopamin Ternyata Berbeda!

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 21 Februari 2022 | 07:26 WIB
Sama-Sama Hormon 'Bahagia', Cara Kerja Serotonin dan Dopamin Ternyata Berbeda!
Ilustrasi bahagia. (Pexels/Helena Lopes)

Suara.com - Dopamin dan serotonin merupakan neurotransmitter, pembawa pesan kimia yang mengirimkan sinyal antar sel. Tugasnya adalah mengatur fungsi tubuh, seperti suasana hati, tidur, dan pencernaan.

Sementara dopamin dan serotonin memiliki efek serupa pada tubuh, keduanya bekerja secara berbeda.

Berdasarkan Insider, berikut perbedaan dopamin dan serotonin.

- Dopamin membuat kita termotivasi

Dopamin tersimpan di otak dan akan lepas ketika kita merasa senang. Misalnya saat mendengarkan musik atau makan sesuatu yang disukai.

Neurotransmitter memainkan peran utama dalam sistem motivasi dan penghargaan, memicu suasana hati yang positif, perasaan produktivitas dan meningkatkan motivasi.

Kita mungkin pernah merasakan efek dopamin setelah menyelesaikan tugas yang sulit atau setelah mencapai goals.

"Meskipun tidak memicu pengalaman yang menyenangkan, dopamin memang berfungsi untuk memperkuat pengalaman yang menyenangkan," kata psikolog berlisensi di Florida, Kristin M. Stover.

Karena dopamin terkait dengan sistem penghargaan dan memperkuat pengalaman yang menyenangkan, dopamin dianggap berperan dalam kecanduan.

Dopamin juga mempengaruhi memori, kognisi, tidur, perhatian, dan kemampuan untuk belajar. Tingkat dopamin yang tidak mencukupi berisiko mengalami depresi atau penyakit Parkinson.

Ilustrasi wanita mendengarkan musik. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi wanita mendengarkan musik. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

- Serotonin membuat kita merasa dalam kondisi baik

Serotonin berperan dalam bagaimana kita memproses emosi, yang dapat memengaruhi perasaan. Serotonin dilepaskan ke dalam aliran darah setelah berolahraga atau berada di bawah sinar matahari.

Tingkat serotonin yang tepat dapat membuat kita merasa lebih bahagia, lebih tenang, lebih fokus, dan tidak terlalu cemas.

Sedangkan kadar serotonin yang rendah dapat berdampak negatif pada suasana hati kita, juga berisiko menyebabkan depresi dan gangguan tidur serta mengurangi nafsu makan.

Serotonin juga mengatur fungsi tubuh lain, seperti usus yang menampung 90% dari total serotonin tubuh, melepaskan bahan kimia saat makan untuk merangsang usus dan memindahkan makanan melalui sistem pencernaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Dopamin pada Anak Akibat Penggunaan Gadget yang Berlebihan, Apa Dampaknya?

Banjir Dopamin pada Anak Akibat Penggunaan Gadget yang Berlebihan, Apa Dampaknya?

Health | Kamis, 16 September 2021 | 17:31 WIB

5 Cara Meningkatkan Dopamin dalam Tubuh, Enggak Susah!

5 Cara Meningkatkan Dopamin dalam Tubuh, Enggak Susah!

Health | Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:10 WIB

Ini Fungsi Zat Kimia Serotonin Buat Tubuh

Ini Fungsi Zat Kimia Serotonin Buat Tubuh

Health | Minggu, 18 Januari 2015 | 15:53 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB