Asam Lambung Bikin Tak Nyaman Beraktivitas, Cobalah 5 Cara Alami Ini di Rumah

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 23 Februari 2022 | 14:56 WIB
Asam Lambung Bikin Tak Nyaman Beraktivitas, Cobalah 5 Cara Alami Ini di Rumah
Ilustrasi asam lambung. [unplash]

Suara.com - Refluks asam atau asam lambung salah satu masalah kesehatan terkait maag yang tidak ada hubungannya dengan jantung.

Asam lambung adalah kondisi yang disebabkan oleh asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar tidak menyenangkan di dada.

Asam lambung pastinya bisa diobati, tetapi ada juga beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya dan mencegahnya.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa cara alami untuk membantu mengatasi asam lambung.

Ilustrasi pisang (Pexels/AleksandarPasaric)
Ilustrasi pisang (Pexels/AleksandarPasaric)

1. Makan pisang matang

Selain meningkatkan kadar gula darah Anda dan membantu Anda menjaga berat badan Anda terkendali, pisang dapat membantu mengatasi maag yang menyakitkan.

Pisang mengandung potasium tinggi yang bisa melapisi lapisan perut, membantu meringankan dan mencegah gejala refluks asam yang tidak menyenangkan. Tapi, pastikan Anda makan pisang yang sudah matang agar tidak memicu mulas.

2. Kenakan pakaian longgar

Jika Anda menderita sakit maag, lebih baik tinggalkan rok pensil ketat Anda dan pilih pakaian yang lebih longgar dan nyaman.

baca juga

Semua jenis pakaian yang menekan perut dapat memperburuk gejala asam lambung. Meskipun Anda belum pernah mengalami sensasi terbakar di dada, Anda tetap berisiko mengalaminya saat pakai pakaian ketat.

3. Posisi tidur

Bila Anda rentan menderita maag, Anda juga harus memperhatikan posisi tidur. Jika Anda terbiasa tidur miring ke kanan, mungkin itu salah satu penyebab Anda mengalami sakit maag yang mengganggu.

Karena, tidur miring ke kanan melemaskan otot yang menghubungkan perut dan kerongkongan dan seharusnya bertahan melawan refluks.

Ilustrasi permen karet. (Shutterstock)
Ilustrasi permen karet. (Shutterstock)

4. Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet membuat napas Anda segar lebih lama dan meningkatkan daya ingat. Selain itu, mengunyah permen karet juga menetralkan asam di perut Anda dan mencegah rasa panas pada refluks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi, 6 Fakta Penemuan Jasad AM, Gadis 14 Tahun yang Dibunuh dan Jasadnya Disetubuhi Lalu Dikubur di Kebun Pisang Kukar

Ironi, 6 Fakta Penemuan Jasad AM, Gadis 14 Tahun yang Dibunuh dan Jasadnya Disetubuhi Lalu Dikubur di Kebun Pisang Kukar

Kaltim | Rabu, 23 Februari 2022 | 07:00 WIB

Tragis! Kapolsek Samboja AKP Adyama Baruna Pratama Beberkan Kronologi Pembunuhan AM di Perkebunan Pisang Kukar

Tragis! Kapolsek Samboja AKP Adyama Baruna Pratama Beberkan Kronologi Pembunuhan AM di Perkebunan Pisang Kukar

Kaltim | Selasa, 22 Februari 2022 | 17:40 WIB

Tega! Gadis 14 Tahun Dibunuh, Jasadnya Disetubuhi, Lalu Dikubur di Tanah Berlumpur di Perkebunan Pisang Kukar

Tega! Gadis 14 Tahun Dibunuh, Jasadnya Disetubuhi, Lalu Dikubur di Tanah Berlumpur di Perkebunan Pisang Kukar

Kaltim | Selasa, 22 Februari 2022 | 09:18 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB