Gangguan Kecanduan Video Game dan Internet Telah Diakui WHO, Studi Baru Menemukan Cara Pengobatannya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 23 Februari 2022 | 14:57 WIB
Gangguan Kecanduan Video Game dan Internet Telah Diakui WHO, Studi Baru Menemukan Cara Pengobatannya
Ilustrasi kecanduan video game (Shutterstock)

Suara.com - Klasifikasi Penyakit Internasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kecanduan video game atau internet yang memiliki dampak tidak sehat.

Menurut peneliti, kecanduan tersebut dapat dialami remaja yang berisiko. Terlebih dengan pandemi virus corona yang semakin memperburuk situasi.

Sebuah studi baru menawarkan metode pengobatan kecanduan video game atau internet menggunakan pendekatan terapi perilaku kognitif (CBT).

Metode pengobatan ini disebut Penggunaan Media Teknis Profesional atau Professional Use of Technical Media (PROTECT).

Menurut laporan Science Alert, cara ini menunjukkan pengurangan keparahan gejala kecanduan video game dan internet.

Ilustrasi sepasang anak main video game. [Shutterstock]
Ilustrasi sepasang anak main video game. [Shutterstock]

Studi ini melibatkan 422 siswa SMA dari 33 sekolah, berusia antara 12 hingga 18 tahun. Dari jumlah tersebut, 167 terdaftar dalam pengobatan PROTECT, sementara 255 digunakan sebagai kelompok kontrol.

Seperti teknik CBT lainnya, teknik ini mencoba mengubah pola pikir negatif untuk mengubah perilaku.

Setelah satu tahun, peneliti menemukan bahwa tingkat keparahan gejala kecanduan video game dan internet turun 39,8% pada kelompok PROTECT. Sementara kelompok kontrol hanya turun 27,7%.

"Hasil uji coba ini menunjukkan bahwa intervensi PROTECT efektif mengurangi gejala gangguan gim dan gangguan penggunaan internet," jelas peneliti.

Para peneliti berpikir bahwa apa yang terjadi di otak saat kecanduan video game dan internet sama halnya dengan kecanduan obat-obatan atau alkohol.

Mereka memperkirakan 46% orang mengalami kecanduan video game, sementara prevalensi gangguan penggunaan internet sekitar 6%.

Menurut para ahli jumlah tersebut termasuk serius, terutama karena dampak pandemi ke seluruh dunia.

Peneliti menyarankan untuk mencegah perilaku adiktif sedini mungkin sebelum gejalanya bermanifestasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Alasan Nonton Drama Korea Thirty-Nine, Bikin Kecanduan!

3 Alasan Nonton Drama Korea Thirty-Nine, Bikin Kecanduan!

Your Say | Selasa, 22 Februari 2022 | 20:34 WIB

Bocah 14 Tahun Tewas Bunuh Diri, Diduga Kecanduan Game Free Fire

Bocah 14 Tahun Tewas Bunuh Diri, Diduga Kecanduan Game Free Fire

Tekno | Minggu, 20 Februari 2022 | 16:37 WIB

Unik! Kucing Ini Bak Anak Kecil Kecanduan Nonton Video: Kalau Enggak Dituruti Malah Marah

Unik! Kucing Ini Bak Anak Kecil Kecanduan Nonton Video: Kalau Enggak Dituruti Malah Marah

Video | Minggu, 20 Februari 2022 | 13:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB