Bisa Bikin Bahagia, Ini 5 Cara Meningkatkan Hormon Dopamin di Dalam Tubuh

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Senin, 28 Februari 2022 | 14:06 WIB
Bisa Bikin Bahagia, Ini 5 Cara Meningkatkan Hormon Dopamin di Dalam Tubuh
Ilustrasi bahagia (pexels.com/Ava Motive)

Suara.com - Hormon dopamin selama ini dikenal sebagai hormon bahagia. Dalam jumlah yang tepat, hormon ini akan meningkatkan suasana hati. Sebaliknya, kekurangan hormon dopamin akan membuat suasana hati menjadi buruk, bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Lalu, adakah ada cara untuk meningkatkan kadar dopamin secara alami? Tentu saja ada! Berikut 5 caranya, seperti dilansir dari Healthshots.

1. Olahraga

Olahraga meningkatkan kesehatan mental secara signifikan. Ketika Anda menggerakkan tubuh Anda secara teratur, itu tidak hanya membantu kesehatan fisik, tetapi juga sangat bermanfaat bagi kondisi mental. Dan ini juga membantu meningkatkan kadar dopamin di dalam tubuh Anda.
Ya, saat Anda berolahraga, otak Anda menghasilkan dopamin. Olahraga teratur selama minimal 30 menit, setiap hari, dapat meningkatkan mood Anda.

2. Jaga pola makan yang sehat

Makan makanan yang sehat memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan pikiran Anda, dan salah satunya adalah peningkatan kadar dopamin. Makanan tinggi tirosin, seperti almond, telur, ikan, dan ayam, sangat bermanfaat untuk meningkatkan kadar dopamin.

Tirosin adalah asam amino yang diperlukan untuk produksi bahan kimia otak atau neurotransmiter seperti dopamin. Tirosin ditemukan dalam makanan seperti kacang kedelai, kacang tanah, almond, alpukat, pisang, kacang lima, biji labu, dan biji wijen. Yogurt dan kefir, yang mengandung probiotik alami, yang dapat meningkatkan produksi dopamin.

3. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup setiap malam sangat penting untuk kesehatan. Ada kaitan erat antara tidur dan tingkat dopamin. Untuk memastikan bahwa otak Anda secara alami meningkatkan kadar dopamin, pastikan Anda mendapatkan kualitas tidur yang cukup.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, jaga kamar tidur Anda gelap dan tenang, singkirkan semua perangkat elektronik, dan pastikan untuk tidur selama 7-8 jam sehari.

4. Kurangi stres

Stres dapat menurunkan kadar dopamin dalam tubuh. Itu sebabnya, pastikan untuk nenghindari pemicu stres, ya. Stres dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu fungsi adrenal yang buruk dan stresor kehidupan sehari-hari yang kronis.

Masalahnya, kita tidak selalu memiliki kendali atas hal-hal yang menyebabkan stres dalam hidup kita, tetapi Anda dapat menghilangkan stresor yang dapat Anda kendalikan. Misalnya, Anda bisa mengurangi stres dengan bermeditasi, berolahraga, atau dipijat.

5. Lakukan meditasi

Meditasi adalah cara alami lain untuk meningkatkan kadar dopamin. Ini membantu untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi. Meditasi mengaktifkan neurotransmiter yang membantu dalam pengaturan gangguan psikologis seperti kecemasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kesalahan yang Biasa Dilakukan saat Melakukan Healing, Kamu Juga Pernah?

4 Kesalahan yang Biasa Dilakukan saat Melakukan Healing, Kamu Juga Pernah?

Your Say | Jum'at, 25 Februari 2022 | 18:38 WIB

8 Kenyataan Pahit dalam Kehidupan yang Harus Kita Terima, Pelajari Sejak Dini!

8 Kenyataan Pahit dalam Kehidupan yang Harus Kita Terima, Pelajari Sejak Dini!

Your Say | Jum'at, 25 Februari 2022 | 16:41 WIB

4 Tips Menghilangkan Kebiasaan Mengeluh, Hidupmu Jadi Lebih Bahagia!

4 Tips Menghilangkan Kebiasaan Mengeluh, Hidupmu Jadi Lebih Bahagia!

Your Say | Jum'at, 25 Februari 2022 | 11:21 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB