Studi Baru: Keampuhan Vaksin Covid-19 Pfizer Menurun secara Signifikan pada Anak Usia 5 hingga 11 Tahun

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 01 Maret 2022 | 17:00 WIB
Studi Baru: Keampuhan Vaksin Covid-19 Pfizer Menurun secara Signifikan pada Anak Usia 5 hingga 11 Tahun
Ilustrasi vaksinasi. [Solopos.com]

Suara.com - Sebuah data baru dari pejabat kesehatan negara bagian New Yrok, vaksin Pfizer kurang efektif pada anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun dibandingkan pada remaja dan orang dewasa.

Dalam studi yang rilis pada Senin (28/2/2022) ini, enam ilmuwan kesehatan masyarakat negara bagian New York menganalisis kasus dan tingkat rawat inap dari 13 Desember 2021 hingga 30 Januari 2022.

Sebanyak 852.384 anak yang sudah divaksinasi lengkap berusia 12 hingga 17 tahun, dan 365.502 anak lain berusia lima hingga 11 tahun, lapor The Guardian.

Hasil menunjukkan bahwa efektivitas vaksin menurun dari 85% menjadi 73% untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun yang dirawat inap selama lonjakan Omicron.

Sementara efektivitas pada anak-anak berusia lima hingga 11 tahun yang dirawat menurun drastis, yakni dari 100% menjadi 48%.

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Balita. (Elements Envato)
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Balita. (Elements Envato)

Efektivitas pada anak 12 hingga 17 tahun yang positif terinfeksi Covid-19 menurun dari 66% menjadi 51%. Pada kelompok lima hingga 11 tahun, efektivitasnya berkurang dari 68% menjadi 12%.

Pada minggu terakhir Januari, efektivitas vaksin pada remaja usia 12 tahun yang dirawat inap hanyalah 67%. Sedangkan 11% pada anak berusia 11 tahun.

"Perbedaan antara kedua kelompok usia sangat mencolok." ujar ahli imunologi Florian Krammer di Sekolah Kedokteran Icahn Mount Sinai.

Dia mencatat bahwa anak berusia 12 tahun diberikan 30 mg vaksin, dosis yang sama diberikan kepada orang dewasa. Tapi anak usia 11 tahun hanya diberi 10 mg.

"Ini sangat menarik karena hampir menunjukkan bahwa dosislah yang membuat perbedaan. Pertanyannya, bagaimana cara 'memperbaikinya'," sambungnya.

Wakil direktur ilmu pengetahuan negara bagian New York, Eli Rosenberg, kecewa dengan adanya penurunan efektivitas vaksin Covid-19 ini.

Namun, ia mengakui bahwa suntikan Pfizer dikembangkan sebagai tanggapan terhadap varian virus corona sebelumnya.

Menurut Rosenberg, penelitian tambahan perlu dilakukan untuk menentukan dosis terbaik bagi anak-anak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah dan waktu suntikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 6 Alternatif Baru Kombinasi Jenis Vaksin Booster yang Diterapkan di Indonesia

Ini 6 Alternatif Baru Kombinasi Jenis Vaksin Booster yang Diterapkan di Indonesia

Health | Selasa, 01 Maret 2022 | 12:35 WIB

Satgas Pastikan Tak Ada Vaksin Covid-19 Terbuang

Satgas Pastikan Tak Ada Vaksin Covid-19 Terbuang

Sumut | Selasa, 01 Maret 2022 | 12:10 WIB

Kabar Baik dari Balikpapan, Vaksin Kadaluwarsa Disebut Tak Ada di Kota Minyak, Ahmad Jais Sebut Hal Ini

Kabar Baik dari Balikpapan, Vaksin Kadaluwarsa Disebut Tak Ada di Kota Minyak, Ahmad Jais Sebut Hal Ini

Kaltim | Selasa, 01 Maret 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB