facebook

Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Indonesia Rendah, Edukasi dan Biaya Jadi Sebab

Bimo Aria Fundrika
Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Indonesia Rendah, Edukasi dan Biaya Jadi Sebab
ilustrasi sakit gigi [shutterstock]

Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Tahun 2018 juga menyatakan sebagian besar masyarakat Indonesia mengalami gigi berlubang.

Suara.com - Banyak masyarakat Indonesia masih menganggap sepela tentang kesehatan gizi dan mulut. Akibatnya sejumlah orang kerap mengeluhkan sakit gigi yang mengganggu. 

Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Tahun 2018 juga menyatakan sebagian besar masyarakat Indonesia mengalami gigi berlubang.

Lebih lanjut hasil RISKESDAS tersebut menunjukan bahwa 58 persen penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru hanya 10 persen saja yang mendapatkan perawatan oleh tenaga medis gigi.

Ditambah lagi hasil riset terbaru yang menemukan ternyata delapan dari sepuluh orang di Indonesia itu memerlukan perawatan kawat gigi. Namun di sisi lain, biaya perawatan kawat gigi belum bisa dijangkau oleh banyak orang.

Baca Juga: Kenali 5 Makanan yang Bisa Sebabkan Masalah Gigi Sensitif

Klinik gigi atau layanan kesehatan gigi pun memiliki peran penting terkait persoalan ini. Meski demikian,  masyarakat masih perlu edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut yang lebih komprehensif.

Ilustrasi dokter gigi, sakit gigi, perawatan gigi, gigi (Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi dokter gigi, sakit gigi, perawatan gigi, gigi (Pixabay/jarmoluk)

Masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang apatis dengan kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut karena jangkauan klinik gigi yang masih belum merata di Indonesia, serta biaya yang secara umum tidak bisa dibilang murah.

Situasi tersebut yang membuat Orange Dental membuka cabang terbarunya di Kebagusan, Jakarta Selatan.  yang sempat tertunda pandemi Covid-19

"Kami ingin lebih mendekatkan diri lagi ke masyarakat dengan membuka cabang-cabang klinik baru. Hal ini untuk memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses layanan kesehatan gigi yang dekat dari tempat tinggal mereka," kata Syifail Ramadhana selaku CEO dan Co-founder Orange Dental.

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu alasan mengapa orang enggan memperhatikan kesehatan gigi dan mulut adalah perihal biaya. Syifa mengatkaan pihkanya mencoba hadir sebagai klinik pelayanan gigi dengan harga yang lebih terjangkau, agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. 

Baca Juga: Bertahun-tahun Sulit Bernapas Normal, Ternyata Ada Gigi Tumbuh di Lubang Hidung Kanan pada Pria Ini

"Salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan datang ke klinik gigi adalah faktor biaya, untuk itu kami berinovasi dengan membuat daftar biaya yang transparan dan bisa diunduh di situs kami. Sehingga calon pasien tidak khawatir akan dikenakan biaya yang tinggi, karena semuanya sudah jelas bahkan sebelum datang ke klinik," tambah Syifail Ramadhana.

Komentar