Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Indonesia Rendah, Edukasi dan Biaya Jadi Sebab

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 02 Maret 2022 | 16:10 WIB
Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Indonesia Rendah, Edukasi dan Biaya Jadi Sebab
ilustrasi sakit gigi [shutterstock]

Suara.com - Banyak masyarakat Indonesia masih menganggap sepela tentang kesehatan gizi dan mulut. Akibatnya sejumlah orang kerap mengeluhkan sakit gigi yang mengganggu. 

Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Tahun 2018 juga menyatakan sebagian besar masyarakat Indonesia mengalami gigi berlubang.

Lebih lanjut hasil RISKESDAS tersebut menunjukan bahwa 58 persen penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut, namun baru hanya 10 persen saja yang mendapatkan perawatan oleh tenaga medis gigi.

Ditambah lagi hasil riset terbaru yang menemukan ternyata delapan dari sepuluh orang di Indonesia itu memerlukan perawatan kawat gigi. Namun di sisi lain, biaya perawatan kawat gigi belum bisa dijangkau oleh banyak orang.

Klinik gigi atau layanan kesehatan gigi pun memiliki peran penting terkait persoalan ini. Meski demikian,  masyarakat masih perlu edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut yang lebih komprehensif.

Ilustrasi dokter gigi, sakit gigi, perawatan gigi, gigi (Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi dokter gigi, sakit gigi, perawatan gigi, gigi (Pixabay/jarmoluk)

Masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang apatis dengan kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut karena jangkauan klinik gigi yang masih belum merata di Indonesia, serta biaya yang secara umum tidak bisa dibilang murah.

Situasi tersebut yang membuat Orange Dental membuka cabang terbarunya di Kebagusan, Jakarta Selatan.  yang sempat tertunda pandemi Covid-19

"Kami ingin lebih mendekatkan diri lagi ke masyarakat dengan membuka cabang-cabang klinik baru. Hal ini untuk memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses layanan kesehatan gigi yang dekat dari tempat tinggal mereka," kata Syifail Ramadhana selaku CEO dan Co-founder Orange Dental.

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu alasan mengapa orang enggan memperhatikan kesehatan gigi dan mulut adalah perihal biaya. Syifa mengatkaan pihkanya mencoba hadir sebagai klinik pelayanan gigi dengan harga yang lebih terjangkau, agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. 

baca juga

"Salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan datang ke klinik gigi adalah faktor biaya, untuk itu kami berinovasi dengan membuat daftar biaya yang transparan dan bisa diunduh di situs kami. Sehingga calon pasien tidak khawatir akan dikenakan biaya yang tinggi, karena semuanya sudah jelas bahkan sebelum datang ke klinik," tambah Syifail Ramadhana.

Ia menambahkan, "Untuk membuat layanan kami lebih terjangkau, kami juga bekerja sama dengan fintech untuk pembiayaan. Sehingga calon pasien bisa membeli layanan kami tanpa perlu memiliki kartu kredit, tanpa uang muka dan bisa dicicil hingga 12 bulan,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Gigi Jadi Korban Penganiayaan Perwira Polisi dan Teman Wanitanya di Pasuruan, Pelaku Diperiksa Propam Polda Jatim

Dokter Gigi Jadi Korban Penganiayaan Perwira Polisi dan Teman Wanitanya di Pasuruan, Pelaku Diperiksa Propam Polda Jatim

Jatim | Rabu, 02 Maret 2022 | 14:31 WIB

Sebelum Sikat Gigi, Jangan Lupa Baca Doa Ini

Sebelum Sikat Gigi, Jangan Lupa Baca Doa Ini

Lifestyle | Senin, 28 Februari 2022 | 22:09 WIB

Hits Kesehatan: Psikolog Inggris Sebut Presiden Putin Psikopat, Kapan Vaksin Booster Setelah Terinfeksi Omicron?

Hits Kesehatan: Psikolog Inggris Sebut Presiden Putin Psikopat, Kapan Vaksin Booster Setelah Terinfeksi Omicron?

Health | Minggu, 27 Februari 2022 | 19:56 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×